LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Awan mendung tengah menyelimuti klub London Utara, Tottenham Hotspur. Spurs, juara Liga Europa musim lalu itu kini justru terjerembab dalam krisis hebat yang mengancam eksistensi mereka di kasta tertinggi Liga Inggris (Premier League).
Hingga pekan ke-29, Spurs tertahan di peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin. Mereka hanya terpaut satu poin dari Nottingham Forest dan West Ham United yang berada di zona merah. Situasi ini memicu spekulasi panas mengenai masa depan para pemain bintangnya, termasuk Xavi Simons.
Xavi Simons Siap Angkat Kaki dari Spurs
Melansir laporan dari Daily Mail, bintang asal Belanda, Xavi Simons, dikabarkan tidak memiliki niat untuk bermain di kasta kedua jika Tottenham benar-benar terdegradasi.
Simons baru saja bergabung dengan Spurs pada musim panas lalu dari RB Leipzig dengan mahar fantastis mencapai 65 juta Euro (sekitar Rp 1,2 triliun).
Meski terikat kontrak jangka panjang hingga 2030, pihak Simons dilaporkan sudah mulai membuka komunikasi dengan klub-klub lain.
Degradasi dianggap sebagai “bencana” yang akan memicu eksodus pemain, dan Simons menjadi nama pertama yang diprediksi akan mencari jalan keluar demi menjaga karier internasionalnya.
Kegagalan Manajerial: Dari Thomas Frank ke Igor Tudor
Kekacauan di lapangan ini disinyalir merupakan dampak dari ketidakstabilan di kursi manajerial.
Setelah memecat Ange Postecoglou—manajer yang sukses memberikan gelar Liga Europa—manajemen Spurs menunjuk Thomas Frank.
Namun, Frank tidak bertahan lama dan baru saja dipecat setelah gagal mengangkat performa tim.
Kini, tugas berat diemban oleh Igor Tudor. Namun, awal kepemimpinan Tudor jauh dari kata memuaskan. Dari tiga laga awal di Premier League, Tottenham asuhan Tudor menelan tiga kekalahan beruntun.
Performa buruk ini membuat pendukung Spurs mulai khawatir tim kesayangan mereka akan mengalami nasib tragis di akhir musim 2025/2026.
Ancaman Kerugian Finansial
Jika benar-benar turun kasta, Tottenham dipastikan akan menderita kerugian finansial yang masif dari hak siar dan sponsor.
Menjual pemain mahal seperti Xavi Simons mungkin akan menjadi opsi pahit bagi manajemen untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub di masa sulit tersebut.












