MIAMI, WWW.PASJABAR.COM – Bintang NBA, Luka Doncic, kembali menunjukkan mengapa dirinya layak menyandang predikat pencetak poin paling berbahaya di liga saat ini. Dalam laga sengit yang mempertemukan performa individu tingkat tinggi, Luka Doncic sukses memborong 60 poin untuk membawa timnya mendominasi pertandingan.
Penampilan fenomenal Doncic ini dibarengi dengan aksi legendaris LeBron James yang mencatatkan tripel-dobel di hadapan publik Miami Heat, tim yang pernah ia bawa merengkuh dua gelar juara NBA.
Ledakan 60 Poin Luka Doncic
Doncic tampil panas, terutama setelah jeda babak pertama di mana ia mencetak 39 dari total 60 poinnya. Akurasi tembakannya sangat impresif dengan memasukkan 18 dari 30 tembakan lapangan, termasuk 9 tembakan tripoin sukses dari 17 percobaan. Ia juga hampir sempurna di garis bebas dengan mencatatkan 15 dari 19 tembakan.
Angka 60 poin ini menyamai catatan terbanyak kedua dalam karier Doncic, setara dengan performanya melawan New York pada 2022, dan hanya berada di bawah rekor 73 poin miliknya saat melawan Atlanta tahun 2024. Pencapaian ini juga mematahkan rekor poin individu di laga melawan Miami yang sebelumnya dipegang James Harden (58 poin pada 2019).
Dalam dua malam terakhir saja, Doncic telah mengumpulkan total 100 poin, memperpanjang rekor mencetak setidaknya 30 poin dalam delapan pertandingan berturut-turut.
Efisiensi Tanpa Celah LeBron James
Di sisi lain, LeBron James (Lakers, 45-25) memberikan pelajaran tentang efisiensi. Ia mengemas tripel-dobel keduanya musim ini dengan 19 poin, 15 rebound, dan 10 asis. Menariknya, LeBron tidak meleset satu tembakan pun hingga awal kuarter keempat.
Secara kumulatif dalam rentang tiga pertandingan terakhir (termasuk dua kemenangan atas Rockets), LeBron berhasil memasukkan 21 dari 22 tembakan. Akurasi luar biasa ini menunjukkan bahwa di usia veteran, “The King” masih memiliki kontrol penuh atas permainannya, terutama saat kembali ke Florida, tempat ia memimpin Heat ke empat Final NBA berturut-turut (2011-2014).
Perlawanan Pincang Miami Heat
Tuan rumah Miami Heat (38-32) sebenarnya tampil cukup solid lewat Bam Adebayo yang mencetak 28 poin dan 10 rebound. Adebayo tampak sudah pulih total dari cedera betisnya. Namun, Heat tampak kesulitan menjaga konsistensi sejak Adebayo mencetak 83 poin (skor tertinggi kedua dalam sejarah NBA) melawan Washington awal Maret lalu.
Kekuatan Heat juga tergerus akibat absennya dua pemain kunci, Jaime Jaquez Jr. dan Andrew Wiggins, karena cedera. Tanpa kontribusi rata-rata 30,9 poin dari kedua pemain tersebut, Miami harus mengakui keunggulan lawan meski Tyler Herro (21 poin) dan Norman Powell (20 poin) sudah berusaha memberikan perlawanan maksimal.












