BREDA, WWW.PASJABAR.COM – Kemenangan telak Go Ahead Eagles dengan skor 6-0 atas NAC Breda di ajang Eredivisie pekan lalu kini berbuntut panjang. NAC Breda secara resmi telah mengajukan protes kepada Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) terkait keabsahan pemain Timnas Indonesia, Dean James, yang diturunkan dalam laga tersebut.
Inti dari permasalahan ini adalah perubahan status kewarganegaraan Dean James dari Belanda ke Indonesia yang dilakukan tahun lalu.
NAC Breda berargumen bahwa dengan memegang paspor Indonesia, James kini berstatus sebagai pemain Non-Uni Eropa (Non-EU), yang secara hukum memerlukan izin kerja khusus untuk bermain di Belanda.
Kronologi Protes NAC Breda
Pihak NAC Breda merasa dirugikan dan menganggap Go Ahead Eagles telah menurunkan pemain yang secara administratif tidak berhak tampil.
“Kami telah menerima informasi bahwa Go Ahead Eagles telah menurunkan seorang pemain yang, menurut hukum Belanda, tidak diizinkan untuk bekerja di Belanda dan karenanya tidak berhak untuk bermain,” tulis pernyataan resmi NAC Breda di situs klub.
Tuntutan utama NAC adalah agar hasil pertandingan pada 15 Maret 2026 tersebut dinyatakan tidak sah dan dilakukan pertandingan ulang.
KNVB sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka tengah mempelajari kasus ini dengan serius karena memiliki dimensi hukum yang kompleks.
Pembelaan Go Ahead Eagles
Di sisi lain, Go Ahead Eagles melalui Manajer Umum mereka, Jan Willem van Dop, mengaku bingung dengan keberatan yang diajukan.
Pihak klub menegaskan bahwa kontrak Dean James ditandatangani pada tahun 2023, saat sang pemain masih memegang paspor Belanda yang sah.
“Yang saya ketahui pasti adalah Dean James memiliki paspor Belanda yang sah pada saat kami menandatangani kontrak dengannya dan kami menandatangani kontrak berdasarkan hal itu,” tegas Van Dop.
Menurut kubu Eagles, status kewarganegaraan yang dimiliki James saat penandatanganan kontrak seharusnya membuat isu izin kerja Non-EU tidak lagi relevan bagi kontrak yang sedang berjalan.
Ancaman Efek Domino bagi Pemain Indonesia
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut nasib banyak pemain keturunan Belanda yang baru saja beralih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Nama-nama seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard) hingga Miliano Jonathans (Excelsior) berada dalam situasi serupa.
Jika KNVB memenangkan tuntutan NAC Breda, hal ini dikhawatirkan akan menciptakan “efek domino”.
efek domino tersebut akan memaksa klub-klub Belanda untuk mengurus ulang izin kerja pemain naturalisasi Indonesia sebagai tenaga kerja asing Non-EU.
Bukan hanya rumit secara birokrasi, tetapi juga berkaitan dengan aturan standar gaji minimum pemain.
Diketahui standar gaji minimum pemain Non-EU di Eredivisie yang jauh lebih tinggi.
Hingga saat ini, KNVB masih melakukan investigasi mendalam sebelum mengeluarkan keputusan final yang berpotensi mengubah wajah regulasi pemain naturalisasi di Liga Belanda.












