# TKA 2026
CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM — Usai libur panjang, ribuan siswa SMP sederajat di Kota Cimahi, Jawa Barat, langsung dihadapkan pada agenda penting, pada Senin (6/4/2026).
Sebanyak 15 ribu pelajar mengikuti hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan TKA tahun ini menjadi momen perdana bagi jenjang SMP dan SD sederajat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.
Ujian ini digelar berbasis komputer dan diawasi secara ketat melalui kamera pengawas yang terhubung langsung ke pusat serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Sempat Terkendala Teknis
Di sejumlah sekolah, termasuk SMP negeri di Kota Cimahi, pelaksanaan ujian sempat mengalami kendala teknis berupa gangguan koneksi komputer.
Hal ini menyebabkan keterlambatan sekitar lima menit sebelum siswa dapat mulai mengerjakan soal.
Meski demikian, secara keseluruhan pelaksanaan sesi pertama berjalan lancar. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama adalah Matematika, dengan sistem ujian berbasis komputer (CBT).
Seorang pengawas TKA di salah satu SMP Negeri di Cimahi, Rahmat, menyebut bahwa kendala teknis tersebut dapat segera diatasi dan tidak mengganggu jalannya ujian secara signifikan.
Antusiasme Siswa Tinggi
Para siswa tampak antusias mengikuti ujian TKA. Mereka menyadari pentingnya hasil tes ini sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK negeri melalui jalur prestasi.
Salah satu peserta, Mahayabe, mengaku telah mempersiapkan diri dengan belajar secara intensif sebelum pelaksanaan ujian.
Ia berharap hasil TKA yang diperoleh dapat membantunya masuk ke sekolah negeri favorit.
“TKA ini penting untuk masa depan kami. Jadi meskipun habis libur, kami tetap semangat mengikuti ujian,” ujarnya.
Pengawasan Ketat dan Sistem Terintegrasi
Pelaksanaan TKA tahun ini mengadopsi sistem yang mirip dengan ujian nasional sebelumnya, namun dengan pengawasan yang lebih ketat.
Setiap ruang ujian dilengkapi kamera yang terhubung secara langsung ke pusat pengawasan, sehingga potensi kecurangan dapat diminimalisir.
Selain itu, sistem pelaksanaan yang terintegrasi memungkinkan pemantauan berlangsung secara real-time oleh pihak kementerian maupun dinas pendidikan daerah.
Ratusan Siswa Tidak Mengikuti
Berdasarkan data dari dinas pendidikan, dari total 15 ribu peserta, terdapat sekitar 250 siswa kelas IX yang tidak mengikuti TKA dengan berbagai alasan, seperti sakit atau kendala administrasi.
Padahal, TKA bersifat wajib bagi siswa kelas IX yang ingin melanjutkan ke SMA atau SMK negeri melalui jalur prestasi.
Oleh karena itu, siswa yang tidak mengikuti ujian ini berpotensi kehilangan kesempatan untuk bersaing di jalur tersebut.
Langkah Awal Menuju Seleksi Pendidikan
TKA menjadi salah satu instrumen baru dalam sistem seleksi pendidikan di Indonesia, khususnya untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara nasional.
Hasil dari tes ini nantinya akan menjadi pertimbangan penting dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi.
Dengan pelaksanaan yang relatif lancar di hari pertama, diharapkan TKA dapat berjalan sukses hingga hari terakhir dan menjadi tolok ukur yang adil bagi kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia. (uby)
# TKA 2026












