BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kesiapan pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang akan digelar meriah dengan berbagai kegiatan positif.
Kepastian ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Pendopo Kota Bandung, Selasa (21/4/2026), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menjelaskan peringatan May Day tingkat kota akan dilaksanakan pada 3 Mei 2026 di kawasan Balai Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, serikat pekerja, dan kalangan pengusaha.
“Peringatan ini merupakan kolaborasi antara serikat, para pengusaha, dan pemerintah. Hari Buruh tanggal 1 Mei, tetapi untuk kegiatan di Bandung kita laksanakan tanggal 3 Mei,” ujar Yayan, dilansir dari bandung.go.id.
Ia menambahkan, tema yang diangkat yakni “Solidaritas Buruh untuk Keadilan dan Kesejahteraan Menuju Bandung Utama”, dengan tujuan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi para pekerja.
Rangkaian Kegiatan dan Layanan Publik
Rangkaian acara akan diawali dengan jalan sehat yang dipadukan dengan aksi pungut sampah bertajuk Bandung Asri. Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan titik start dan finish di Balai Kota Bandung serta melibatkan ratusan peserta.
“Kita akan mengadakan jalan sehat dan gerakan Bandung Asri. Sambil berjalan, peserta juga melakukan aksi pungut sampah sebagai bagian dari gerakan nasional,” jelasnya.
Selain itu, berbagai layanan publik akan disediakan mulai pukul 08.30 WIB, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, hingga layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, KK, dan akta kelahiran.
“Mulai pukul 08.30 WIB sudah tersedia layanan seperti cek kesehatan, pembuatan akta kelahiran, KTP, serta konsultasi BPJS,” tambah Yayan.
Tak hanya itu, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan bazar UMKM, pasar murah oleh Disdagin, serta hiburan musik untuk masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik konsep peringatan yang dinilai inklusif dan kondusif.
“Peringatan seperti ini bagus, karena tidak menghilangkan makna, tetapi juga tidak memberi ruang bagi pihak yang ingin mendompleng momentum,” tegasnya.
Farhan juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak guna mengantisipasi potensi gangguan, dengan menekankan kolaborasi sebagai kunci menjaga kondusivitas Kota Bandung. (han)









