WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung saat ini masih jadi pemuncak klasemen Super League 2025/2026 dengan koleksi 65 poin. Namun, tekanan justru datang di saat bersamaan.
Itu karena Borneo FC memiliki koleksi 63 poin dan menguntit di posisi kedua. Situasi ini jelas tak menyenangkan.
Sebab, Persib harus memburu kemenangan. Di saat bersamaan, Persib tak bisa tenang karena terus dikuntit pesaingnya.
Situasi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa laga ke depan. Salah satunya saat menjamu Arema FC pada laga pekan ke-29 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026).
Laga ini jelas wajib dimenangkan oleh Persib jika ingin mempermudah langkah jadi juara kompetisi di tiga musim beruntun. Tekanan pun ada di depan mata.
Itu karena Arema FC juga jelas tak ingin mengalah begitu saja. Sebaliknya, mereka bakal berusaha keras mengalahkan Persib.
Sebab, mereka juga tengah membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen. Selain itu, mereka juga ingin membalas kekalahan pada putaran pertama lalu.
Akan tetapi, kapten Persib Marc Klok tak memandang Persib ada dalam tekanan. Ia justr memandang duel kontra Arema FC menjadi momentum penting untuk bangkit dan kembali mengoleksi poin.
Ia pun menegaskan rasa ‘lapar’ Persib akan kemenangan. Itu jadi tekad bersama yang akan berusaha diwujudkan.
“Semua tahu situasi kami. Semua tahu yang penting dari pertandingan besok. Kami sangat senang untuk main lagi dengan waktu yang cepat karena kemarin imbang, kami ingin kemenangan di kandang,” ujar Marc Klok, Kamis (23/4/2026).
Bobotoh jadi Penyemangat
Bagi Marc Klok, bermain di hadapan Bobotoh menjadi bahan bakar tersendiri. Sorak-sorai tribun GBLA bukan sekadar latar, tapi energi yang diyakini mampu mengangkat performa tim pada momen-momen krusial seperti ini.
Memasuki akhir musim dab jarak di klasemen semakin rapat, fokus Persib menurtnya tetap sederhana, yaitu melihat ke dalam. Marc Klok menegaskan, timnya tak ingin terjebak memikirkan hasil pesaing. Bagi mereka, segalanya masih berada dalam kendali sendiri.
Keyakinan itu pula yang membuatnya menepis anggapan soal tekanan. Di matanya, ini adalah panggung untuk membuktikan kualitas sesungguhnya dari sebuah tim juara.
“Bagi saya ini bukan tekanan, tapi tantangan. Tantangan untuk kami sendiri, untuk di ruang ganti, dan untuk klub. Jika nanti kami juara, kami tahu ini bukan keberuntungan atau kebetulan, tapi karena kualitas,” jelasnya.
Kata tantangan pun seolah menjadi benang merah dalam setiap pernyataannya. Sebuah ajakan untuk terus konsisten, laga demi laga, tanpa kehilangan arah.
“Tantangannya sekarang adalah bisakah kami memberikan kualitas tersebut setiap minggu untuk menjadi juara yang layak? Kami tidak perlu melihat hal lain, kami hanya perlu membuktikan bahwa kami layak. Tantangan itu diterima dengan sangat baik oleh kami,” tandas Marc Klok. (ars)












