BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Rumah mode Versace meluncurkan monogram yang bernama La Greca, dengan target pasar Versace menjadi para kaum muda yang menjunjung nilai-nilai pemberdayaan, emansipasi, dan otentisitas.
Monogram ini menjadi langkah dalam strategi bisnis pasca pandemi, untuk memasuki transformasi berkelanjutan dari bisnis yang digerakkan oleh keluarga Versace dan menjadi merek super di bawah naungan perusahaan barang mewah, Capri Holdings, sejak 2018.
Dengan hadirnya monogram baru, target pasar Versace menjadi para kaum muda yang menjunjung nilai-nilai pemberdayaan, emansipasi, dan otentisitas.
Dilansir dari Antara, Selasa (9/2/2021), dengan berorientasi pada pola, monogram baru diharapkan dapat memperluas jejaring Versace, namun sejumlah pengaman mode merasa ragu apakah monogram ini dapat diterima oleh para fashionista penggemar Versace yang otentik, sebagaimana dilaporkan sejumlah media fesyen.
Monogram ini menyerupai pola kunci Yunani, yang kemudian menjadi latar dari pertunjukan pagelaran busana untuk karya terbaru Versace.
Para model secara efektif berjalan melalui monogram dengan mengenakan pakaian monogram, membawa tas monogram, dan aksesori dengan perhiasan monogram.
Kendati serba monogram, tampilan yang dibawakan oleh para model tidak menyebabkan mata menjadi “bingung” karena siluet yang ditampilkan tampak simple dan mudah.
Ada hemline minim dengan jaket tebal, balutan tone-on-tone, dan beberapa momen warna yang sangat cerah seperti fuschia dan kuning menyala.
Di bawah pimpinan Donatella Versace, rumah mode ini mewujudkan otentisitasnya dalam kisah pribadi pemiliknya. Nilai-nilai kekeluargaan Versace terdokumentasi dengan baik di luar batas mode, dalam serial TV dan film.
Saat ini tantangan Versace adalah menerjemahkan jiwa kekeluargaan itu menjadi merek super yang terus berkembang. (*)












