DHAKA, WWW.PASJABAR.COM– Empat pengunjuk rasa tewas saat menuntut kenaikan gaji di Dhaka pada Sabtu (17/4/2021) dan beberapa lainnya mengalami cedera.
Dilansir dari Reuters dan Antara, polisi menembaki para pekerja yang menuntut kenaikan gaji di pembangkit listrik tenaga batu bara yang didanai China di Bangladesh tenggara, kata polisi.
Polisi terpaksa melepaskan tembakan ketika pengunjuk rasa menyerang mereka di pembangkit listrik yang sedang dibangun di Chittagong, kata pejabat polisi setempat Azizul Islam.
“Empat tewas dan banyak lainnya terluka … Kami berusaha mengendalikan situasi,” kata Islam, seraya menambahkan bahwa sedikitnya enam personel polisi juga termasuk di antara yang terluka.
Pembangkit listrik senilai $ 2,4 miliar (Rp30,8 triliun) , yang terletak 265 km tenggara ibu kota Dhaka, merupakan sumber utama investasi asing ke Bangladesh, dan salah satu dari serangkaian proyek yang diupayakan oleh Beijing untuk membina hubungan yang lebih dekat dengan Dhaka.
Pada 2016, SEPCOIII Electric Power Construction China menandatangani kesepakatan dengan S Alam Group, konglomerat Bangladesh yang bertanggung jawab atas konstruksi bangunan di lokasi tersebut.
Tahun itu, empat demonstran yang menentang pembangunannya tewas setelah penduduk desa yang mendukung dan menentang pembangkit listrik bentrok sebelum polisi anti huru hara melepaskan tembakan setelah diserang. (*)












