PARIS, WWW.PASJABAR.COM – Legenda Chelsea, Joe Cole, mengaku sangat terpukul dan sulit memercayai papan skor usai mantan timnya digilas Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor mencolok 5-2 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Meskipun skor akhir terlihat sangat timpang, Cole menilai performa The Blues sebenarnya tidak seburuk hasil yang terlihat di lapangan Parc des Princes.
Perlawanan yang Berakhir Tragis
Pertandingan sejatinya berlangsung sangat sengit hingga pertengahan babak kedua. Chelsea sempat memberikan perlawanan luar biasa dan menjaga kedudukan imbang 2-2 hingga memasuki fase akhir laga.
Namun, mimpi buruk dimulai ketika kiper Filip Jorgensen melakukan blunder fatal yang berujung pada gol ketiga PSG oleh Vitinha.
“Skor ini sangat mengecewakan karena pertandingan berlangsung sengit. Chelsea sebagian besar bermain sangat baik, mereka sangat berani,” ujar Joe Cole kepada TNT Sports.
“Mereka menciptakan peluang dan skor bisa saja berbalik menjadi 3-2 untuk keunggulan kita.”
Sorotan Joe Cole untuk Taktik Liam Rosenior
Joe Cole menyoroti penurunan konsentrasi skuad asuhan Liam Rosenior di 20 menit terakhir pertandingan.
Ia menilai manajer Chelsea tersebut terlambat melakukan pergantian pemain saat beberapa pilar mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
“Di 10 menit akhir, PSG memperlihatkan kualitas kelas dunia mereka. Beberapa pemain Chelsea kelelahan, mudah kehilangan bola, dan tidak ada opsi umpan. Joao Pedro kehilangan bola dua-tiga kali karena dipaksakan terus bermain,” ungkap Cole dengan nada menyesal.
Hilangnya fokus ini dimanfaatkan dengan kejam oleh tuan rumah yang berhasil menyarangkan gol demi gol di 15 menit terakhir pertandingan, mengubah skor ketat menjadi kemenangan telak bagi raksasa Prancis tersebut.
Misi Berat di Stamford Bridge
Kekalahan dengan selisih tiga gol ini menempatkan Chelsea dalam posisi yang sangat sulit.
Mereka dituntut untuk menang dengan margin minimal empat gol pada leg kedua yang akan digelar di Stamford Bridge, Rabu (18/3/2026) mendatang.
“Seharusnya Chelsea memainkan pola yang berbeda di menit akhir. Apa daya kenyataannya skor 5-2 seperti ini. Mereka masih punya peluang di leg kedua, walau itu akan sangat berat,” tutup pria yang pernah mempersembahkan berbagai trofi bagi Chelsea tersebut.












