WWW.PASJABAR.COM — Atletico Madrid menunjukkan tajinya sebagai salah satu kekuatan besar Eropa setelah berhasil menumbangkan wakil Belgia, Club Brugge, dengan skor telak 4-1 pada leg kedua babak play-off Liga Champions 2025/2026.
Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Riyadh Air Metropolitano pada Rabu (25/2/2026), tim asuhan Diego Simeone tampil sangat klinis untuk mengakhiri perlawanan gigih tim tamu.
Kemenangan ini memastikan langkah Los Rojiblancos ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat yang mencolok.
Alexander Sorloth: Sang Predator Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano Bantai Club Brugge
Bintang utama dalam laga malam itu tidak lain adalah Alexander Sorloth. Penyerang jangkung asal Norwegia tersebut tampil menggila dengan mencetak hattrick yang menghancurkan mental pertahanan Club Brugge.
Sorloth menunjukkan kelasnya sebagai striker haus gol dengan penempatan posisi yang sempurna dan penyelesaian akhir yang dingin.
Tidak hanya Sorloth, Johnny Cardoso juga turut mencatatkan namanya di papan skor untuk melengkapi pesta gol tuan rumah.
Kombinasi antara kekuatan fisik Sorloth dan kreativitas lini tengah yang dimotori Cardoso membuat Atletico sangat dominan.
Meskipun Club Brugge sempat memberikan perlawanan melalui gol hiburan dari Joel Ordonez, dominasi Atletico tetap tak tergoyahkan hingga peluit panjang dibunyikan.
Agregat 7-4: Balasan Tuntas Atas Hasil Seri di Leg Pertama
Hasil ini menjadi balasan yang sangat tuntas setelah pada leg pertama kedua tim bermain imbang dengan skor dramatis 3-3 di Belgia.
Pada pertemuan pertama tersebut, lini pertahanan Atletico sempat dikritik karena membiarkan lawan mencetak tiga gol. Namun, di Madrid, Simeone berhasil memperbaiki koordinasi lini belakang timnya.
Dengan kemenangan 4-1 di leg kedua, Atletico Madrid unggul agregat total 7-4. Efektivitas lini serang menjadi kunci utama perbedaan hasil antara kedua laga.
Jika di Belgia mereka tampak kesulitan mengunci kemenangan, di Metropolitano Atletico tampil jauh lebih klinis dan tidak memberikan kesempatan bagi Brugge untuk mengembangkan permainan melalui serangan balik mereka yang berbahaya.
Analisis Pertandingan: Efektivitas vs Agresivitas
Secara permainan, Club Brugge sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka mampu menciptakan beberapa peluang emas yang sempat mengancam gawang Jan Oblak.
Namun, perbedaan mencolok terletak pada kualitas penyelesaian akhir. Lini serang Atletico Madrid menunjukkan kematangan luar biasa dengan mengonversi peluang-peluang kecil menjadi gol.
Disiplin taktis yang diterapkan Simeone juga memaksa para pemain Brugge melakukan banyak kesalahan di area vital.
Transisi cepat dari bertahan ke menyerang yang diperagakan Atletico menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan tim tamu.
Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa Metropolitano tetap menjadi benteng yang sangat sulit ditembus oleh tim-tim lawan di kompetisi Eropa.
Menanti Raksasa Inggris di Babak 16 Besar
Keberhasilan melaju ke babak 16 besar membawa tantangan baru yang jauh lebih berat bagi Atletico Madrid.
Berdasarkan bagan undian, mereka dipastikan akan menghadapi salah satu dari dua raksasa Liga Inggris, yakni Tottenham Hotspur atau Liverpool.
Pertemuan dengan tim asal Inggris selalu menghadirkan atmosfer panas dan menuntut ketahanan fisik serta taktik yang sangat tinggi.
Bagi Atletico, babak 16 besar adalah panggung untuk membuktikan bahwa mereka siap bersaing memperebutkan trofi “Si Kuping Besar”.
Dengan kondisi Sorloth yang tengah on-fire dan kembalinya soliditas lini tengah, Los Rojiblancos akan menjadi lawan yang sangat dihindari oleh tim mana pun di fase gugur nanti.
Ringkasan Skor & Agregat
| Detail Pertandingan | Hasil Skor | Pencetak Gol |
| Leg 1 (Kandang Brugge) | 3 – 3 | – |
| Leg 2 (Kandang Atletico) | 4 – 1 | Sorloth (3), Johnny Cardoso |
| Agregat Akhir | 7 – 4 | Atletico Madrid Lolos |












