CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 3 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Boikot Piala Dunia 2026: Sepp Blatter Dukung Fan Jauhi Amerika Serikat Akibat Kebijakan Kontroversial Donald Trump Yang Dinilai Berbahaya

pri
27 Januari 2026
Sepp Blatter. Foto: AFP via Getty Images/FABRICE COFFRINI

Sepp Blatter. Foto: AFP via Getty Images/FABRICE COFFRINI

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SWISS, WWW.PASJABAR.COM — Eks Presiden FIFA Sepp Blatter secara mengejutkan mendukung langkah para penggemar sepak bola yang ingin memboikot ajang Piala Dunia 2026.

Ajang empat tahunan tersebut rencananya akan digelar pada bulan Juni hingga Juli mendatang dengan Amerika Serikat sebagai tuan rumah.

Namun kelayakan Amerika Serikat sebagai penyelenggara utama kini semakin diragukan menyusul berbagai kebijakan kontroversial yang dikeluarkan oleh Presiden Trump.

Pemerintah Amerika Serikat diketahui telah memberlakukan larangan masuk bagi turis dari sejumlah negara termasuk Iran serta negara Pantai Gading.

Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan bagi para pendukung dari negara yang sudah dipastikan lolos untuk menyaksikan tim kesayangan mereka.

Kekhawatiran Keamanan Dan Tindakan Brutal Aparat Imigrasi Amerika

Niat Donald Trump untuk mencaplok wilayah Greenland juga memicu kemarahan besar dari sejumlah tokoh penting di kawasan benua Eropa.

Kondisi keamanan dalam negeri Amerika Serikat dilaporkan sedang tidak stabil akibat sentimen pemerintah yang sangat keras terhadap para pendatang.

Baca juga:   Masyarakat Malaysia Takjub Lihat Kualitas Lawan Timnas Indonesia

Badan Imigrasi Amerika Serikat dinilai telah bertindak sangat brutal dalam menangani para imigran serta pengunjuk rasa di era sekarang.

Tercatat sudah terjadi dua puluh delapan insiden penembakan yang menewaskan delapan orang warga sejak awal tahun dua ribu dua puluh.

Pengacara asal Swiss Mark Pieth memberikan nasihat kepada para penggemar agar sebaiknya menonton pertandingan melalui layar televisi saja nanti.

Ancaman Deportasi Bagi Para Penggemar Dan Dukungan Sepp Blatter

Mark Pieth memperingatkan bahwa para penggemar sepak bola harus siap dipulangkan jika mereka tidak menyenangkan para petugas keamanan setempat.

Risiko deportasi secara mendadak menjadi ancaman nyata bagi siapa saja yang datang menuju Amerika Serikat selama turnamen berlangsung nanti.

Melalui media sosial resminya Sepp Blatter menyatakan bahwa ucapan Mark Pieth tersebut sudah sangat benar untuk mempertanyakan kelayakan turnamen.

Baca juga:   Persib Bandung Tegang Sekaligus Antusias Hadapi Bhayangkara FC

Sorotan tajam juga tertuju pada kebijakan harga tiket yang sangat mahal dengan menerapkan sistem harga dinamis bagi para penonton.

Harga tiket pertandingan final saat ini dilaporkan sudah menembus angka seratus empat puluh lima juta rupiah untuk kategori satu.

Tanggapan Gianni Infantino Mengenai Harga Tiket Dan Isu Boikot

Presiden FIFA Gianni Infantino justru berkilah bahwa mahalnya harga tiket disebabkan oleh ulah para spekulan yang mencari keuntungan pribadi.

Gianni Infantino tetap merasa sangat optimis bahwa para penggemar akan tetap datang untuk merayakan pesta sepak bola terbesar di dunia.

Ia menepis kekhawatiran yang disampaikan oleh Sepp Blatter dan meyakini bahwa persatuan melalui sepak bola akan tetap terwujud nanti.

Namun tekanan publik agar FIFA segera mengevaluasi kebijakan tuan rumah terus mengalir deras dari berbagai organisasi hak asasi manusia.

Baca juga:   MotoGP Jepang: Francesco "Pecco" Bagnaia Kalahkan Jorge Martin dan Marc Marquez

Masa depan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kini berada di tengah pusaran konflik politik serta masalah kemanusiaan yang sangat rumit.

Dampak Sistem Harga Dinamis Terhadap Aksesibilitas Penonton Dunia

Penerapan sistem harga dinamis dalam penjualan tiket Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari berbagai kelompok suporter di seluruh.

Sistem tersebut membuat harga tiket sewaktu-waktu dapat melonjak tajam tergantung pada tingginya jumlah permintaan dari para calon pembeli tiket.

Para penggemar merasa bahwa FIFA kini lebih mementingkan keuntungan finansial daripada memberikan akses yang adil bagi seluruh pecinta bola.

Kesenjangan harga yang sangat ekstrem ini dikhawatirkan akan membuat stadion hanya diisi oleh kalangan ekonomi kelas atas saja nanti.

Keaslian atmosfer sepak bola yang biasanya sangat meriah terancam hilang akibat kebijakan komersialisasi tiket yang dianggap sangat berlebihan tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Amerika Serikatberita bolaboikotBoikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikatdonald trumpfifaGianni InfantinoHak Asasi ManusiaHarga Tiket Final Piala Dunia 2026Keamanan World Cup 2026Kebijakan Donald Trump Piala DuniaPiala Dunia 2026Sepp BlatterSepp Blatter vs Gianni Infantino


Related Posts

Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)
HEADLINE

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026
MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)
HEADLINE

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026
Simone Inzaghi. (Foto: REUTERS/Massimo Pinca)
HEADLINE

Kepala Wasit Gianluca Rocchi Diinvestigasi, Simone Inzaghi Tak Terima Inter Milan Dikaitkan

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)
HEADLINE

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026

SLOVAKIA, WWW.PASJABAR.COM – Bintang muda Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, terus menunjukkan progres positif dalam proses pemulihan kebugarannya....

MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026
Thalita Ramadhani Wiryawan membuat Indonesia memperkecil skor menjadi 1-2 melawan Korea Selatan di semifinal Uber Cup 2026. (Arsip PBSI)

Kejutan Besar! Thalita Ramadhani Tumbangkan Sim Yu Jin, Indonesia Perkecil Skor Lawan Korea di Semifinal Uber Cup 2026

2 Mei 2026
UTBK 2026 terakhir

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Resmi Berakhir, Peserta Diminta Tetap Optimis Menanti Hasil

2 Mei 2026
kuliah kenotariatan

Kuliah Pakar Kenotariatan HIMANU Unpas Bahas Risiko Pidana Profesi Notaris

2 Mei 2026

Highlights

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Resmi Berakhir, Peserta Diminta Tetap Optimis Menanti Hasil

Kuliah Pakar Kenotariatan HIMANU Unpas Bahas Risiko Pidana Profesi Notaris

Studi Ungkap Hiu Paus Migrasi Lintasi 13 Negara Indo-Pasifik

Indonesia Track Cup Jadi Ajang Penting Perebutan Poin Olimpiade

Nobar Film Teman Tegar Jadi Kampanye Perlindungan Hutan di Kudus

Harga Pangan Nasional Relatif Stabil, Cabai Rawit Merah Masih Tinggi

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.