SUBANG, WWW.PASJABAR.COM— Langkah kecil ditanam di atas tanah wakaf di Desa Cinta Mekar, Kabupaten Subang, Sabtu (2/5/2025). Namun, harapannya tumbuh jauh lebih besar: menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan sekaligus menopang pendidikan.
Wakaf Salman resmi memulai program wakaf produktif melalui penanaman perdana kebun kelengkeng. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengelolaan aset wakaf yang tidak hanya bersifat statis, tetapi juga produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Program budidaya kelengkeng tersebut dikelola langsung oleh Wakaf Salman dengan dukungan para wakif, baik dari individu, lembaga, hingga korporasi. Melalui skema ini, aset wakaf diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.
Direktur Wakaf Salman, Hari Utomo, menyebut hasil dari pengelolaan kebun ini akan diarahkan untuk sektor pendidikan.
“Hasil keuntungan dari budidaya kelengkeng ini akan kami salurkan untuk program beasiswa dan sarana prasarana pendidikan, khususnya untuk guru penghafal Quran di pelosok,” ujarnya.
Pemilihan kelengkeng sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan. Menurut Hari, kondisi tanah yang subur, paparan sinar matahari yang cukup, serta dukungan sumber daya menjadi faktor utama yang menunjang keberhasilan budidaya ini.
Lahan seluas sekitar 12.476 meter persegi tersebut merupakan amanah dari Prof. Ir. Mindriany Syafila, M.S., Ph.D, yang mempercayakan pengelolaannya kepada Wakaf Salman. Selain itu, para wakif juga turut berkontribusi dalam penyediaan bibit, pembangunan greenhouse, hingga infrastruktur pendukung lainnya melalui program Green Waqf.
“Semoga semua pihak yang memproduktifkan tanah wakaf ini mendapatkan tabungan pahala jariyah yang tak berhenti mengalir,” kata Prof. Mindriany.
Ke depan, kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai kebun produktif, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. Rencana tersebut mencakup wisata petik kelengkeng, edukasi wakaf, hingga kelas pembelajaran budidaya bagi masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan penanaman perdana berlangsung sejak pagi hingga siang hari, diisi dengan tausiyah, tilawah Al-Qur’an, doa bersama, serta ramah tamah antarwakif. Acara kemudian ditutup dengan prosesi foto bersama di depan pohon yang ditanam, sebagai simbol serah terima dari wakif kepada nazhir Wakaf Salman. (*/tiwi)












