# misi Artemis
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Misi luar angkasa bersejarah kembali mencatatkan pencapaian luar biasa.
Empat astronot dalam misi Artemis II resmi kembali ke Bumi setelah hampir 10 hari menjelajahi ruang angkasa dan terbang melintasi Bulan.
Pesawat ruang angkasa Orion milik NASA mendarat mulus di Samudra Pasifik, lepas pantai California, pada Jumat (10/4/2026) pukul 17.07 PDT.
Seperti dikutip Pasjabar, dari siaran pers NASA Sabtu (11/4/2026), momen ini menandai keberhasilan misi berawak pertama menuju Bulan dalam lebih dari setengah abad.
Misi Bersejarah Pecahka Rekor
Empat astronot yang tergabung dalam misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Kanada.
Selama misi, mereka menempuh jarak total sekitar 694.481 mil (lebih dari 1,1 juta kilometer).
Bahkan, pada titik terjauh, mereka mencapai 252.756 mil dari Bumi—melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh kru Apollo 13 pada tahun 1970.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut misi ini sebagai tonggak penting dalam eksplorasi manusia ke luar angkasa.

Proses Pendaratan dan Evakuasi
Setelah memasuki atmosfer dengan kecepatan mencapai 25.000 mil per jam, kapsul Orion berhasil melakukan pendaratan laut (splashdown) dengan sempurna.
Tim gabungan NASA dan militer Amerika Serikat langsung melakukan evakuasi di tengah laut.
Para astronot kemudian diterbangkan menggunakan helikopter menuju kapal induk USS John P. Murtha untuk menjalani pemeriksaan medis awal sebelum kembali ke Bumi daratan.
Uji Teknologi dan Sistem Kehidupan
Selama misi, kru melakukan berbagai pengujian penting terhadap sistem pesawat ruang angkasa.
Ini termasuk sistem pendukung kehidupan, kontrol manual pesawat, hingga simulasi prosedur darurat.
Pengujian ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa Orion mampu mendukung kehidupan manusia dalam perjalanan panjang ke luar angkasa, termasuk untuk misi pendaratan Bulan di masa depan.
Selain itu, para astronot juga menguji kemampuan manuver pesawat sebagai persiapan untuk proses docking atau penyambungan dengan wahana pendarat pada misi berikutnya.
Ribuan Foto dan Penelitian Ilmiah
Tidak hanya uji teknologi, misi Artemis II juga menghasilkan lebih dari 7.000 gambar spektakuler.
Foto-foto tersebut mencakup permukaan Bulan, kawah, aliran lava purba, hingga fenomena gerhana matahari dari luar angkasa.
Para astronot juga melakukan eksperimen ilmiah, termasuk penelitian tentang dampak mikrogravitasi terhadap tubuh manusia melalui studi AVATAR.
Data ini akan sangat penting untuk mendukung misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.
Menuju Artemis III dan Masa Depan Bulan
Keberhasilan Artemis II menjadi langkah besar menuju misi berikutnya, yakni Artemis III, yang ditargetkan membawa manusia kembali mendarat di permukaan Bulan.
NASA juga berencana membangun pangkalan permanen di Bulan sebagai bagian dari strategi eksplorasi jangka panjang, termasuk persiapan pengiriman manusia ke Mars.
Misi ini sekaligus menandai kebangkitan era baru eksplorasi luar angkasa global, dengan kolaborasi berbagai negara dan teknologi canggih yang terus berkembang. (*/tie)
# misi Artemis












