WWW.PASJABAR.COM – Antrean panjang truk pengangkut sampah menuju TPST Bantargebang kembali menjadi sorotan DPRD Kota Bekasi. Puluhan hingga ratusan truk terlihat mengular di sejumlah ruas jalan menuju kawasan pengolahan sampah terbesar di wilayah Bekasi tersebut.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan keluhan dari warga yang tinggal di sekitar kawasan Bantargebang. Deretan kendaraan pengangkut sampah yang mengantre hingga ke badan jalan membuat ruang lalu lintas menjadi sempit dan memicu kemacetan panjang.
Permasalahan ini dinilai menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah di wilayah metropolitan memerlukan penanganan yang lebih terintegrasi.
Dengan volume sampah yang terus meningkat setiap tahun, diperlukan kebijakan pengelolaan yang lebih modern, mulai dari pengurangan sampah di sumbernya. Hingga pengembangan teknologi pengolahan yang lebih efisien.
DPRD Minta Pengelolaan Operasional Dibenahi
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Kota Bekasi Anton mengaku menerima banyak aduan dari masyarakat terkait kemacetan yang disebabkan oleh antrean truk sampah menuju TPST Bantargebang.
Menurutnya, persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius karena tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Harus cepat diperbaiki agar lalu lintas tidak macet panjang seperti ini,” ujar Anton.
Ia menjelaskan antrean truk yang hendak memasuki kawasan TPST kerap meluber hingga ke jalan raya sehingga mempersempit ruang lalu lintas. Akibatnya, kendaraan lain harus bergantian melintas dan memicu kepadatan kendaraan yang cukup panjang.
Anton menilai pengelolaan operasional di TPST Bantargebang perlu segera dibenahi agar antrean kendaraan pengangkut sampah dapat diatur lebih baik dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas di jalan utama.
Menurutnya, dampak kemacetan tersebut tidak hanya dirasakan warga sekitar Bantargebang, tetapi juga para pengguna jalan dari berbagai wilayah yang melintasi jalur tersebut sebagai akses utama. Ia menyebut kepadatan kendaraan bahkan terjadi dari arah Cileungsi maupun kawasan Cipendawa.
“Kemacetan terjadi dari arah Cileungsi maupun Cipendawa. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan kerugian besar,” pungkasnya.
DPRD Kota Bekasi berharap pihak terkait segera mencari solusi agar antrean truk sampah dapat dikelola dengan lebih baik sehingga tidak lagi meluber ke badan jalan.
Dengan penanganan yang tepat, arus lalu lintas di kawasan Jalan Narogong diharapkan kembali lancar dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu oleh kemacetan berkepanjangan. (*)












