CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 6 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Pengepungan di Bukit Duri: Ketika Guru Jadi Korban Kekacauan Sosial

Hanna Hanifah
18 April 2025
Pengepungan di Bukit Duri

Poster film Pengepungan di Bukit Duri. (foto: tix.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sutradara kenamaan Indonesia, Joko Anwar, kembali hadir dengan karya terbarunya yang berjudul “Pengepungan di Bukit Duri”.

Ini merupakan film ke-11 yang disutradarainya dan mulai tayang di bioskop pada tanggal 17 April 2025.

Film bergenre drama-thriller ini diproduksi oleh Amazon MGM Studios bekerja sama dengan rumah produksi lokal, Come and See Pictures.

Sinopsis “Pengepungan di Bukit Duri”

Dengan latar Indonesia pada tahun 2027, film ini menggambarkan kondisi sosial yang genting akibat diskriminasi dan kebencian yang meluas.

Dalam suasana negara yang berada di ambang kehancuran, muncul sosok Edwin, seorang guru pengganti idealis yang diperankan oleh Morgan Oey.

Baca juga:   TWICE Bakal Rilis "The Feels"

Ia menerima tugas untuk mengajar di SMA Duri, sebuah sekolah yang dikenal sebagai tempat bagi anak-anak bermasalah.

Namun, tujuan utama Edwin bukanlah sekadar mengajar.

Ia bertekad menepati janji kepada kakaknya yang telah meninggal untuk menemukan sang keponakan atau anak sang kakak yang hilang.

Pencarian tersebut membawa Edwin ke tengah situasi yang mengerikan, di mana kekerasan menjadi hal yang biasa. Dan para guru harus berjuang bukan hanya untuk mendidik, tetapi juga untuk bertahan hidup.

Situasi semakin rumit ketika Edwin akhirnya menemukan keponakannya, tetapi pada saat yang sama terjadi kerusuhan besar di luar sekolah.

Ia bersama Diana (diperankan Hana Pitrashata Malasan), guru lainnya, harus menghadapi murid-murid brutal yang kini mengincar nyawa mereka.

Baca juga:   Observatorium Bosscha Siapkan Pengamatan Hilal Idul Fitri 1446 H

Ketegangan dan kekacauan pun mencapai puncaknya saat mereka terkepung di dalam sekolah.

Isu sosial yang diangkat

Film ini tidak hanya menyajikan ketegangan aksi semata, tetapi juga menjadi cerminan dari kondisi sosial yang kompleks.

Melalui karakter-karakter dan situasi ekstrem yang ditampilkan, Joko Anwar menyoroti berbagai isu penting. Seperti diskriminasi sosial, kekerasan di lingkungan sekolah, serta ketidakadilan dalam sistem pendidikan.

Joko Anwar sendiri mengungkapkan bahwa ia telah menulis naskah film ini sejak tahun 2007.

Namun, menurutnya, realisasi film ini baru memungkinkan dilakukan sekarang dengan pendekatan cerita yang lebih matang dan relevan terhadap kondisi masyarakat saat ini.

Baca juga:   Deklarasi Sekolah Toleransi Digelar di SMA Negeri 1 Kota Cimahi

Ia menyebut Pengepungan di Bukit Duri sebagai karya yang mendesak dan penting bagi publik Indonesia.

Daftar pemain

Film ini didukung oleh deretan aktor dan aktris berbakat tanah air, antara lain:

  • Morgan Oey sebagai Edwin
  • Omara Esteghlal sebagai Jefri
  • Hana Pitrashata Malasan sebagai Diana
  • Satine Zaneta sebagai Doti
  • Farandika sebagai Jay
  • Fatih Unru sebagai Rangga
  • Florian Rutters sebagai Sean
  • Dewa Dayana sebagai Gery
  • Sandy Pradana sebagai Anto

Kolaborasi antara rumah produksi lokal dan internasional, serta keterlibatan aktor-aktor muda berbakat, diharapkan mampu menjadikan Pengepungan di Bukit Duri sebagai salah satu film Indonesia yang patut diperhitungkan di tahun 2025. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Joko AnwarPengepungan di Bukit Duri


Related Posts

Ghost in the Cell
HEADLINE

Film Ghost in the Cell Tuai Respons Antusias di Berlinale 2026

17 Februari 2026
Poster karakter Sri Asih (Foto: Instagram @jokoanwar)
PASHIBURAN

7 Kota Terpilih Akan Tayangkan Film “Sri Asih” pada 12 November

11 November 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

banjir jakarta 2026
PASNUSANTARA

Banjir dan Longsor Masih Dominasi Bencana, Nasional BNPB Ungkap Fakta Mengejutkan dan Peringatan Keras!

6 Mei 2026

# banjir jakarta 2026 JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan bencana di berbagai...

sidang isbat

Penentuan Idul Adha 2026 Menunggu Hasil Sidang Isbat Kemenag

6 Mei 2026
Persija vs Persib

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda! Duel Panas Tetap Membara, Ini Kata Panpel dan Pelatih

6 Mei 2026
kampus swasta terbaik

Kampus Swasta Terbaik di Jawa Barat? Ini Rahasia Sukses Mahasiswa Pilih Kampus Pasundan!

6 Mei 2026
unpas

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

6 Mei 2026

Highlights

Kampus Swasta Terbaik di Jawa Barat? Ini Rahasia Sukses Mahasiswa Pilih Kampus Pasundan!

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

Tambah Rombel SMP, Bandung Alokasikan Rp125 Miliar Tahun 2026

Ratusan Pembeli Perumahan Padalarang Tuntut Pengembang

BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan Ringan

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi, Cabai Rawit Merah Masih Tertinggi

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.