LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Stadion Wembley menjadi saksi bisu kembalinya salah satu sosok paling kontroversial di sepak bola Inggris modern, Ben White. Setelah empat tahun mengasingkan diri dari tugas internasional, bek andalan Arsenal berusia 28 tahun itu akhirnya kembali mengenakan jersei The Three Lions dalam laga persahabatan melawan Uruguay, Sabtu (28/3/2026).
Namun, kepulangan White tidak disambut dengan karpet merah. Sorakan keras bergema dari tribun penonton saat ia masuk menggantikan Fikayo Tomori pada menit ke-69. Para penggemar tampaknya belum melupakan keputusannya meninggalkan skuad di tengah jalan pada Piala Dunia 2022 di Qatar lalu.
Respons Instan di Atas Lapangan
Hanya butuh 12 menit bagi White untuk mengubah ejekan menjadi sorak-sorai (meski masih diwarnai perdebatan). Memanfaatkan kemelut dari tendangan sudut Cole Palmer yang disundul Dominic Calvert-Lewin, White muncul di posisi yang tepat untuk mencetak gol dari jarak dekat.
Gol tersebut sempat membawa Inggris memimpin, sekaligus menjadi pernyataan tegas bahwa kualitas teknisnya masih sangat dibutuhkan di bawah rezim baru Thomas Tuchel. Meskipun laga berakhir kurang sempurna karena penalti di menit akhir yang melibatkan dirinya, dampak instan White tidak bisa dipandang sebelah mata.
Akar Perselisihan: Luka Lama dengan Steve Holland
Pengasingan panjang White bermula dari laporan perselisihan tajam dengan mantan asisten Gareth Southgate, Steve Holland. Kala itu, Holland dikabarkan mempertanyakan komitmen dan persiapan White di depan rekan-rekan setimnya, sebuah tindakan yang membuat pemain didikan Brighton itu merasa sangat tersinggung.
Sejak saat itu, White menolak setiap panggilan tim nasional, bahkan menjadwalkan pernikahannya bertepatan dengan jendela internasional tahun 2023 sebagai tanda ia telah menutup pintu untuk kepemimpinan lama.
Era Baru Bersama Thomas Tuchel
Kembalinya White ke skuad Inggris bukan terjadi begitu saja. Penunjukan Thomas Tuchel menjadi titik balik krusial. Melalui pembicaraan intensif selama berbulan-bulan, Tuchel berhasil meyakinkan White untuk kembali mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jarell Quansah akibat cedera.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang selama ini menjadi pembela setia White, pernah menyebut keputusan sang bek untuk mundur sebagai tindakan yang berani. Bagi Arteta, lebih baik jujur mengakui kondisi mental daripada memaksakan diri mewakili negara dalam keadaan yang tidak tepat.
Masa Depan di Jalur yang Benar?
Meskipun hubungan dengan para pendukung setia di Wembley masih terasa dingin, staf pelatih Inggris tampaknya melihat White sebagai komponen penting dalam skema taktik Tuchel menuju turnamen besar mendatang. Golnya ke gawang Uruguay adalah langkah awal yang besar, namun jalan menuju rekonsiliasi total dengan publik Inggris masih panjang.
Kronologi Perjalanan Ben White di Timnas Inggris
| Tahun | Peristiwa Penting |
| 2022 | Meninggalkan pemusatan latihan Piala Dunia Qatar (Perselisihan dengan Steve Holland). |
| 2023 | Menolak panggilan Gareth Southgate; Menikah saat jeda internasional. |
| 2025 | Thomas Tuchel mulai melakukan pendekatan personal untuk membujuk White kembali. |
| 2026 | 28 Maret: Kembali ke Wembley, disoraki fans, namun mencetak gol vs Uruguay. |












