BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dalam rangka memperingati hari lahir Soekarno ke-123 tahun, sejuumlah seniman tari gelar aksi street performance dii Palestine Walk, Alun-Alun Kota Bandung. Aksi teatrikal tarian memperingati hari lahir Soekarno tersebut bertajuk “Soekarno’s Message”.
Lewat performance pria dengan mengenakan jas seperti menyerupai penampilan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, serta dua orang wanita mengenakan kebaya hitam yang menari di sisinya.
Para penari dari Penari Mataholang tersebut terdiri dari tiga orang yaitu Gatot Gunawan, Angeline Azhar dan Chriysti Mahareni Dewi. Tarian yang dilakukan para penari syarat akan makna yang mendalam lewat ayunan tangan yang terlihat seperti memanjatkan doa.
Gatot Gunawan selaku Koordinator Komunitas Mataholang mengatakan, peringatan hari lahir Bung Karno kali ini mengangkat isu konflik Palestina-Israel yang tak kunjung berakhir.
“Sejarah panjang dukungan Bung Karno terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina tentu masih relevan hingga saat ini dan harus terus kita gaungkan semangatnya,” ujarnya.
Ia juga menuturkan mengenai pesan Bung Karno bahwa selama Palestina belum merdeka, disitulah rakyat Indonesia harus ikuut memperjuangkan sampai Palestina merdeka.
“Komunitas Mataholang memandang bahwa masalah Palestina dan Israel adalah bagian dari sejarah panjang tentang keberpihakan Indonesia pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Urusan Palestina dan Israel adalah bagian dari sejarah perlawanan Indonesia terhadap penjajahan atas dunia, dan menegaskan sikap politik bebas aktif Indonesia,” terang Gatot.
Pihaknya berharap, peringatan hari lahir Bung Karno di tengah isu konflik peperangan Palestina dan Israel, dapat segera berakhir. (rif)












