WWW.PASJABAR.COM – Pertanyaan mengenai berapa hari lagi Lebaran 2026 mulai ramai dicari masyarakat seiring Ramadan yang telah memasuki pertengahan bulan.
Banyak orang ingin mengetahui hitung mundur menuju Hari Raya Idul Fitri untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari mudik, belanja kebutuhan hari raya, hingga merencanakan liburan bersama keluarga.
Jika dihitung dari Sabtu, 7 Maret 2026, waktu menuju Lebaran memang semakin dekat. Berdasarkan sejumlah kalender Hijriah dan perhitungan astronomi, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 atau 21 Maret 2026.
Perbedaan tanggal ini bukan hal yang baru. Penetapan resmi 1 Syawal di Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama.
Sidang tersebut mengombinasikan metode hisab atau perhitungan astronomi dengan rukyatul hilal, yakni pengamatan bulan secara langsung.
Dengan perkiraan tersebut, maka jawaban berapa hari lagi Lebaran 2026 atau hitung mundur menuju Lebaran dari 7 Maret 2026 diperkirakan tinggal sekitar 13 hingga 14 hari lagi.
Perbedaan Prediksi Tanggal Lebaran 2026
Sejumlah pihak memiliki perkiraan tanggal Idul Fitri yang berbeda. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini juga sejalan dengan kalender yang digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU).
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal bahwa Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang didasarkan pada metode hisab menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal.
Meski berbagai prediksi telah beredar, kepastian tanggal Lebaran secara nasional tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah. Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Sidang tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari ulama, organisasi Islam, pakar astronomi, hingga lembaga terkait untuk menentukan awal bulan Syawal secara resmi.
Menjelang dua pekan terakhir Ramadan, aktivitas masyarakat biasanya mulai meningkat. Pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga toko daring ramai oleh masyarakat yang membeli kebutuhan Lebaran seperti pakaian baru, kue kering, hingga perlengkapan rumah tangga.
Di sisi lain, tradisi mudik juga mulai dipersiapkan. Jutaan orang biasanya melakukan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di daerah asal. Karena itu, masyarakat mulai memesan tiket kereta api, pesawat, bus antarkota, maupun menyiapkan kendaraan pribadi.
Selain menjadi penanda berakhirnya Ramadan, Idul Fitri juga identik dengan berbagai tradisi seperti salat Id berjamaah, halal bihalal, silaturahmi keluarga, serta menikmati hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, dan rendang.
Dengan hitung mundur sekitar dua minggu dari awal Maret 2026, umat Muslim di Indonesia kini mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari. (han)












