WWW.PASJABAR.COM – Menjelang perhelatan Japan Open 2025, Direktur Kepelatihan Nasional Bulu Tangkis Malaysia, Rexy Mainaky, menyampaikan kegelisahannya terkait hasil drawing yang mempertemukan sejumlah pasangan ganda putra Malaysia sejak babak awal.
Dalam turnamen level Super 750 ini, setidaknya ada dua laga “perang saudara” yang tak terhindarkan. Sehingga mengurangi peluang wakil Negeri Jiran melaju lebih jauh di ajang bergengsi tersebut.
Rexy Mainaky menilai kondisi ini sebagai ironi. Di satu sisi, banyaknya wakil Malaysia yang lolos ke Japan Open 2025 mencerminkan kemajuan positif.
Namun, di sisi lain, pertemuan antar rekan senegara sejak babak pertama justru menjadi penghambat perkembangan. Khususnya bagi pasangan yang masih berada di peringkat bawah dunia.
“Hal ini terjadi karena banyak pasangan BAM dan independen kini lolos ke ajang Super 750 dan Super 1000, yang merupakan pertanda positif. Namun, kami membutuhkan pasangan-pasangan peringkat bawah untuk masuk ke 15 besar guna menghindari bentrokan-bentrokan ini,” ujar Rexy dikutip dari New Straits Times.
Jalannya Laga
Di babak pertama Japan Open 2025, pasangan unggulan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik akan langsung bentrok dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Sementara itu, pasangan Man Wei Chong/Tee Kai Wun harus menghadapi sesama pemain nasional Arif Junaidi/Yap Roy King.
Kondisi ini juga turut disoroti oleh pelatih kepala ganda putra Malaysia, Herry IP. Menurutnya, terlalu seringnya pertemuan antar pemain senegara di awal turnamen besar berpotensi mematahkan langkah dan semangat pasangan muda yang sedang berkembang.
“Sayang sekali melihat dua pasangan tersingkir lebih awal di Tokyo hanya karena harus bertemu rekan senegara. Ini tentu bukan hasil ideal untuk perkembangan jangka panjang,” tutur Herry.
Sebagai solusi, Rexy menekankan pentingnya peningkatan peringkat dunia bagi pasangan lapis kedua dan independen.
Ia menyebut contoh sukses di sektor ganda campuran seperti Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin yang kini sudah masuk 15 besar dunia. Dan tak lagi bertemu Chen Tang Jie/Toh Ee Wei sejak ranking mereka naik.
“Kita melihat ini dengan Tang Jie-Ee Wei dan Pang Ron-Su Yin. Mereka sempat bertemu beberapa kali di awal, tapi tidak lagi sejak Su Yin berhasil masuk 15 besar,” jelas Rexy.
Malaysia sendiri menjadi negara dengan wakil terbanyak di sektor ganda putra pada Japan Open 2025. Selain Chia/Soh dan Ong/Teo, tercatat ada Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, Wei Chong/Kai Wun, Arif/Yap, serta Nur Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong.
Rexy Mainaky berharap para pasangan muda bisa segera menunjukkan performa positif dan meraih hasil signifikan demi memperbaiki posisi mereka di peringkat BWF. Konsistensi di berbagai turnamen menjadi kunci untuk keluar dari bayang-bayang rekan setim di babak awal.
“Kami tidak hanya ingin banyak pasangan lolos ke turnamen elit. Tapi juga ingin melihat mereka melaju jauh tanpa harus saling mengalahkan sejak babak pertama,” tandas Rexy. (han)











