CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 4 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Belantara Foundation Bahas Krisis Biodiversitas di IUCN World Congress

Hanna Hanifah
16 Oktober 2025
Belantara Foundation

Belantara Foundation menjadi salah satu narasumber panel diskusi di IUCN Youth Pavilion pada IUCN World Conservation Congress, Jumat (10/10/2025). (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Belantara Foundation menjadi salah satu narasumber panel diskusi di IUCN Youth Pavilion bertajuk “How Youth Tackle the Overlooked Aspect of Biodiversity Crisis in Southeast Asia” pada IUCN World Conservation Congress yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (10/10/2025).

Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran dari para pemimpin perempuan muda di Asia Tenggara dalam menghadapi krisis biodiversitas dengan cara-cara inovatif dan kreatif.

Sesi tersebut terselenggara melalui kolaborasi PROGRES (Prakarsa Konservasi Ekologi Regional Sulawesi) dengan Belantara Foundation, Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA), serta 30×30 Indonesia & Diverseas.

Manajer Program & Fundraising Belantara Foundation, Diny Hartiningtias, dalam paparannya menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkenalkan isu keanekaragaman hayati kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Untuk mereka yang tinggal di daerah urban, para siswa sekolah menengah atas, kami ajak untuk mengamati dan mengidentifikasi biodiversitas di sekitar mereka melalui program Belantara Biodiversity Class. Bagi generasi muda yang sedang meniti karier, kami juga membuka pelatihan, magang, penelitian skripsi atau tesis, hingga keterlibatan langsung dalam survei biodiversitas,” ujar Diny.

Baca juga:   Pelatihan dan Seminar Nasional Perhutanan Sosial Digelar Belantara Foundation dan Universitas Pakuan

Sementara itu, Direktur Yayasan KIARA Rahayu Oktaviani menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan sebagai modal utama generasi muda di bidang konservasi.

“Sebagian besar permasalahan konservasi hadir dalam bentuk distraksi dan kebingungan. Melalui mendengarkan dengan ketulusan, kita dapat memahami kenyataan yang sebenarnya terjadi di lapangan,” katanya.

Co-Executive Director PROGRES, Sheherazade, yang juga menginisiasi diskusi tersebut, menyebutkan pentingnya sinergi lintas generasi. Menurutnya, generasi muda perlu belajar dari pengalaman para senior sekaligus berani mengubah pendekatan lama dengan inovasi yang sesuai konteks masa kini.

“Generasi muda harus berani mencoba hal baru. Sementara generasi senior dengan kerendahan hati perlu membuka akses, memberi bimbingan, dan mendukung perjalanan mereka. Untuk berkembang serta berjejaring,” ujar Sheherazade.

Baca juga:   Belantara Foundation Raih Dua Penghargaan PFI dalam RUA 2026

Selain itu, pendiri 30×30 Indonesia & Diverseas, Brigitta Gunawan, juga hadir sebagai narasumber dan menegaskan pentingnya memperkuat peran pemuda dalam menjaga ekosistem dan mendorong aksi nyata di tingkat lokal maupun regional.

Krisis Planet dan Tantangan Keberlanjutan

Dalam konteks global, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UN Environment Programme (UNEP) pada 2022 menetapkan dunia tengah menghadapi Triple Planetary Crisis.

Yakni perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, serta polusi dan limbah. Krisis tersebut, jika tidak ditangani secara serius, akan mengancam kehidupan dan keseimbangan ekosistem di seluruh bumi.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Belantara Foundation Dr. Dolly Priatna menegaskan bahwa Triple Planetary Crisis berpotensi menggagalkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Tanpa mengatasi ketiga krisis tersebut secara terpadu, pencapaian SDGs pada 2030 akan sangat sulit diwujudkan. Secara umum, hilangnya biodiversitas disebabkan oleh alih fungsi lahan, eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, polusi, penyakit, spesies invasif, serta konflik manusia dan satwa liar,” ujarnya.

Baca juga:   Indonesia Siap 'Panas' di Kualifikasi Piala Asia U-20 Malam Ini

Dolly menambahkan, pelestarian biodiversitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

“Kami terus mendorong generasi muda untuk berinovasi mencari solusi atas permasalahan biodiversitas. Agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” imbuhnya.

Tentang Belantara Foundation

Belantara Foundation merupakan organisasi nirlaba independen yang berdiri sejak 2014. Dan berfokus pada konservasi lingkungan, restorasi hutan, konservasi satwa liar, serta pengembangan masyarakat berkelanjutan, khususnya di Sumatra dan Kalimantan.

Misi Belantara adalah mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan dengan menyeimbangkan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, dan perlindungan lingkungan. Pada November 2024, Belantara resmi menjadi anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Informasi lebih lanjut mengenai Belantara Foundation dapat diakses melalui situs resmi www.belantara.or.id. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Belantara FoundationIUCN World CongressKrisis Biodiversitas


Related Posts

Belantara Foundation
PASNUSANTARA

Belantara Foundation Raih Dua Penghargaan PFI dalam RUA 2026

27 April 2026
HPSN
PASNUSANTARA

HPSN 2026 Tekankan Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan

26 Februari 2026
spesies primata
HEADLINE

Hari Primata Indonesia, Empat Spesies Endemik Terancam Punah

31 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

persaingan Arsenal vs Man City
HEADLINE

Persaingan Gelar Liga Inggris Memanas: Arsenal vs Manchester City, Siapa Lebih Cepat Juara?

3 Mei 2026

# persaingan Arsenal vs Man City BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Persaingan gelar Premier League musim 2025/2026 semakin mendebarkan...

ole romeny oxford united

Oxford United Terdegradasi, Nasib Ole Romeny Jadi Sorotan

3 Mei 2026
elkan baggott premier league

Elkan Baggott Siap Tampil di Premier League! Ipswich Town Promosi, Bek Timnas Indonesia Ukir Sejarah

3 Mei 2026
Kota Takai mencegah aksi Marselino Ferdinan dalam duel timnas Jepang vs Indonesia di Osaka (10/6/2025). (PAUL MILLER/AFP)

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

2 Mei 2026
MU bisa dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan jika mengalahkan Liverpool. (AFP/Darren Staples)

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

2 Mei 2026

Highlights

Tampil Starter! Marselino Ferdinan Beri Kontribusi Instan Saat AS Trencin B Gilas Raca Bratislava 8-2

Laga Krusial di Old Trafford: Manchester United Bidik Tiket Liga Champions Saat Jamu Liverpool

Kejutan Besar! Thalita Ramadhani Tumbangkan Sim Yu Jin, Indonesia Perkecil Skor Lawan Korea di Semifinal Uber Cup 2026

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Resmi Berakhir, Peserta Diminta Tetap Optimis Menanti Hasil

Kuliah Pakar Kenotariatan HIMANU Unpas Bahas Risiko Pidana Profesi Notaris

Studi Ungkap Hiu Paus Migrasi Lintasi 13 Negara Indo-Pasifik

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.