www.pasjabar.com — Musim Formula 1 (F1) 2025 resmi berakhir dengan drama perebutan gelar hingga seri terakhir di Abu Dhabi. Pembalap andalan Red Bull, Max Verstappen, harus mengakui keunggulan Lando Norris dari McLaren setelah kalah tipis hanya dengan selisih dua poin di klasemen akhir. Max Verstappen pun Gagal Juara F1 2025 di Abu Dhabi.
Meskipun gagal mempertahankan gelar juara dunia, Verstappen mengaku tetap bangga dengan perjuangan yang ia dan timnya tunjukkan, terutama melihat posisi mereka yang sempat tertinggal jauh di awal musim.
“Pada akhirnya, tentu saja, Anda kehilangan gelar juara dengan selisih dua poin (dan itu) terlihat menyakitkan, tetapi di sisi lain, jika Anda melihat dari posisi kami di Zandvoort, tertinggal lebih dari 100 poin, saya pikir itu tidak terlalu buruk,” ungkap Verstappen, dikutip dari laman resmi F1, Senin (8/12/2025).
Optimasi Sempurna di Seri Terakhir yang Belum Cukup, Max Verstappen Gagal Juara F1 2025
Di seri pamungkas F1 GP Abu Dhabi 2025, Verstappen berhasil menunjukkan dominasinya. Pembalap asal Belanda itu sukses meraih pole position dan finis di urutan pertama. Sayangnya, kemenangan ini belum cukup membawanya menjadi juara dunia.
Kemenangan Verstappen di Yas Marina harus terbayar mahal oleh performa Lando Norris yang berhasil menyelesaikan balapan di peringkat ketiga. Hasil tersebut memastikan perolehan poin Norris tidak terkejar oleh Verstappen.
Verstappen menyelesaikan seri Abu Dhabi dengan total 421 poin, sementara Norris mengakhiri musim di posisi pertama klasemen akhir F1 2025 dengan 423 poin. Selisih dua poin ini menjadi selisih terkecil dalam beberapa tahun terakhir perebutan gelar.
“Dari sisi kami, setidaknya kami mengoptimalkan akhir pekan dengan sempurna, kami meraih pole position, kami memenangkan balapan dengan cara yang menurut saya dominan, jadi tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu,” jelas Verstappen, menunjukkan bahwa ia sudah melakukan yang terbaik di seri penentuan.
Kebanggaan Atas Kebangkitan Paruh Kedua Musim
Meskipun rasa kecewa tidak bisa dihindari, Verstappen lebih memilih untuk menyoroti kebangkitan fantastis tim Red Bull di paruh kedua musim. Ia mengingatkan bahwa pada pertengahan musim, tepatnya di Zandvoort, mereka sempat tertinggal lebih dari 100 poin dari pemimpin klasemen.
Verstappen merasa perjuangannya bersama tim patut mendapat apresiasi karena berhasil menutup defisit poin yang begitu besar dan memaksa perebutan gelar hingga balapan terakhir.
“Kami tidak memenangkan kejuaraan, oke, itu terjadi, itulah hidup, dan itu bukan sesuatu yang akan terlalu saya sesali. Maksud saya, hidup terus berjalan,” tegasnya.
Red Bull: Keluarga Kedua dan Tatapan ke Musim Depan
Verstappen juga menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya kepada seluruh tim Red Bull, yang ia sebut sebagai “keluarga kedua” nya. Kekompakan dan kerja keras timlah yang memungkinkan comeback spektakuler di paruh kedua musim.
“Saya sangat bangga dengan orang-orang yang bekerja bersama saya, mereka adalah keluarga kedua saya, dan kami akan menikmati momen ini. Kami akan menikmati paruh kedua musim ini, bangga akan hal itu, dan tahun depan akan menjadi tanda tanya besar bagi semua orang,” tutup Verstappen, mengisyaratkan bahwa musim 2026 akan menjadi lembaran baru dengan regulasi dan persaingan yang belum terprediksi.










