CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Kenaikan harga plastik di pasaran mulai berdampak pada perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik sekali pakai.
Kondisi ini terlihat di Bank Sampah Kota Cimahi, Jawa Barat, yang mencatat penurunan jumlah setoran sampah plastik dari warga dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, fenomena ini dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan karena berkurangnya produksi limbah plastik.
Di Bank Samici Kota Cimahi, tren penurunan setoran sampah plastik mulai terlihat sejak awal tahun. Mahalnya harga plastik membuat masyarakat cenderung mengurangi penggunaannya, sehingga volume sampah plastik yang dihasilkan pun ikut menurun.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah setoran sampah plastik pada Januari mencapai 27 kilogram.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 23 kilogram pada Februari, dan kembali menurun menjadi 22 kilogram pada Maret. Penurunan ini terjadi seiring dengan semakin terbatasnya penggunaan plastik di kalangan masyarakat.
Pengurangan Sampah Dinilai Berdampak Positif
Berkurangnya penggunaan plastik sekali pakai dinilai memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Produksi sampah plastik yang menurun secara langsung mengurangi beban tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
Koordinator Bank Sampah Kota Cimahi, Dewi Eriyanti, menyebut kondisi ini menjadi indikator bahwa masyarakat mulai beralih ke pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melihat ada penurunan setoran sampah plastik dalam beberapa bulan terakhir. Ini salah satunya dipengaruhi oleh harga plastik yang mahal, sehingga penggunaannya pun berkurang,” ujar Dewi.
Ia menambahkan, meski jumlah setoran menurun, hal tersebut justru berdampak baik dalam jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Kota Cimahi.
Bank Samici sendiri merupakan program yang diinisiasi Pemerintah Kota Cimahi sejak 2014 dengan tujuan mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti. Selain itu, bank sampah ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengelola sampah anorganik menjadi bernilai ekonomis.
Melalui program ini, warga dapat menabung sampah yang kemudian diolah atau dijual kembali, sehingga memberikan manfaat finansial sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. (uby)











