HEADLINEPASBISNISPASPENDIDIKANPASTV

Dandan Irawan Kaji Bisnis Peternak Sapi Perah Terhadap Positioning Koperasi

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMProgram Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menggelar sidang terbuka promosi Dandan Irawan mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen konsentrasi Manajemen Penasaran pada jumat (15/5/2020) secara daring yang disiarkan langsung di channel youtube Pastv.

Adapun disertasi yang disidangkan yakni berjudul Lingkungan Bisnis Peternak Sapi Perah Terhadap Positioning Koperasi Serta Implikasinya Pada Kinerja Pemasaran (Studi Pada Pelaku Usaha Bisnis Sapi Perah Di Provinsi Jawa Barat).

“Dalam perspektif bisnis, peternak sapi perah memiliki peluang yang tinggi,  mengingat  susu  sapi  sebagai  kebutuhan  setiap  manusia  untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, tetapi total kebutuhan nasional untuk produksi susu tahun 2018 sekitar 4,5 juta ton per tahun hanya dipenuhi dari produksi lokal hanya sebesar 18% (920 ton) atau sekitar 82% kebutuhan susu dipenuhi dengan impor,” terang Dandan.

Di sisi lain menunjukan bahwa jumlah populasi sapi perah di Indonesia terus turun. Sampai 2016, jumlah populasi sapi tercatat 291.183 ekor, jauh berkurang dibandingkan 2013 sebanyak 438.745 ekor atau berkurang sebanyak 33%.

Angka ini juga sejalan dengan penurunan jumlah peternak di Indonesia. Pada 2016, jumlah peternak yang tergabung dalam koperasi mencapai 96.355 orang, turun dibandingkan 2013 sebanyak 102.726 orang, atau berkurang sekitar 7%.

Permasalahan pokok dalam penelitian ini ialah kinerja pemasaran pada peternak sapi perah di provinsi Jawa Barat, hal ini didasarkan oleh lingkungan bisnis terhadap positioning koperasi dalam  memenuhi layanan kepada anggota koperasi

“Hasil penelitian secara deskriftif lingkungan bisnis dan  positioning koperasi memberikan kontribusi terhadap kinerja pemasaran peternak sapi perah di provinsi Jawa Barat. Walaupun dalam pelaksanaannya secara umum belum sepenuhnya didasarkan atas aspek-aspek lingkungan bisnis dan  posisi koperasi sebagai wadah bahgi para peternak sapi perah,” lanjutnya.

Adapun metode penelitian ini adalah metode survey sebagai upaya mengumpulkan informasi dari responden dengan menggunakan angket, hal ini dimaksudkan untuk menguji jawaban rasional sehingga dapat menjelaskan fenomena yang menjadi masalah, dengan model analisis SEM (Structural Equation Modelling).

“Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa perubahan lingkungan bisnis eksternal telah dipertimbangkan oleh peternak sapi perah di Provinsi Jawa Barat.  Lingkungan ini dipersepsikan oleh para responden dengan interval jawaban dipertimbangkan menuju sangat dipertimbangkan.  Nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi ekonomi dan nilai terendah terdapat pada dimensi pelanggan,” tandasnya.

Adapun lingkungan bisnis internal dipersepsikan oleh peternak sapi perah sebagai responden,  dengan interval jawaban kuat menuju sangat kuat.  Nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi budaya kerja dan nilai rata-rata terendah terdapat pada dimensi keuangan.

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara expert judgement, bahwa lingkungan bisnis eksternal pengaruhnya sangat kecil  sedangkan lingkungan bisnis internal perlu ditingkatkan dengan melakukan peningkatan pada dimensi SDM, pemasaran dan produksi.

“Positioning koperasi dipersepsikan oleh para responden dengan interval jawaban cukup kuat menuju kuat.  Nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi pembagian sisa hasil usaha (SHU) berdasarkan atas simpanan anggota dan nilai rata-rata terendah terdapat pada dimensi hubungan dengan koperasi sekunder.  Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara expert judgement, bahwa peternak sapi perah harus memahami jatidiri koperasi dan keunggulan dari produk yang dihasilkan,” paparnya.

Kinerja pemasaran dipersepsikan oleh para responden dengan interval jawaban tinggi menuju sangat tinggi.  Nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi pertumbuhan laba dan nilai rata-rata terendah terdapat pada pertumbuhan pasar.

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara expert judgement, bahwa peternak sapi perah harus memahami kualitas susu sapi yang dihasilkan.  Juga didukung dengan potensi penyediaan susu sapi yang sangat terbuka, dari kebutuhan nasional sebanyak 4,5 juta ton per tahun baru dipenuhi sebanyak 18% atau sekitar 920 ton.

“Sementara itu, lingkungan bisnis eksternal berpengaruh signifikan positif terhadap positioning koperasi.  Arah pengaruh positif memperkuat ketergantungan anggota lebih memperhatikan faktor internal, sebab hampir seluruh hasil produksi susu anggota diserap oleh koperasi.  Adapun lingkungan bisnis internal berpengaruh signifikan positif terhadap positioning koperasi.  Arah pengaruh positif menunjukan bahwa lingkungan bisnis internal merupakan faktor pendukung dalam meningkatkan positioning koperasi,” tambahnya.

Lingkungan bisnis eksternal dan lingkungan bisnis internal berpengaruh positif terhadap positioning koperasi.  Arah pengaruh positif menunjukan bahwa secara simultan lingkungan bisnis eksternal dan lingkungan bisnis internal memiliki peran yang cukup kuat dalam meningkatkan positioning koperasi dengan kontribusi terbesar dari lingkungan bisnis internal.

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara expert judgement, yang menyatakan bahwa lingkungan bisnis interbal lebih dominan dalam mempengaruhi positioning koperasi  karena lingkungan ini merupakan lingkungan yang dapat dikendalikan  oleh peternak sapi perah.

Positioning koperasi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja pemasaran peternak sapi perah di Provinsi Jawa Barat.  Arah positif menunjukan bahwa positioning koperasi merupakan faktor yang penting  dalam meningkatkan  kinerja pemasaran peternak sapi perah di Provinsi Jawa Barat.

Temuan ini didukung oleh hasil wawancara dengan expert judgement, bahwa positioning koperasi yang mengedepankan jatidiri koperasi dan keunggulan koperasi dapat mendorong peningkatan kinerja pemasaran.

“Hasil penelitian secara simultan menunjukan bahwa lingkungan bisnis eksternal dan internal besar pengaruhnya terhadap positioning koperasi sebesar 40,4% sedangkan epsilonnya 18,7 %. Sementara pengaruh lingkungan bisniseksternal terhadap positioning koperas sebesar 82% sementara pengaruh lingkungan bisnis internal terhadap positioning koperasi sebesar 17%. Hal ini menunjukan bahwa lingkungan   peternak sapi perah di provinis Jawa Barat memiliki ketergantungan yang sangat kuat terhdap lingkungan bisnis eksternal, dibanding terhdap lingkungan bisnis internal.  Adapun postioning koperasi memberikan pengearuh terhadap kinerja pemasaran sebesar 93% dengan epsilon 13,5%.  Dengan demikian lingkungan bisnis dan positioning koperasi dapat dijadikan indikator yang diharapkan dapat untuk memperbaiki kinerja pemasaran peternak sapi perah di provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.

Dalam sidang ini Dandan pun dinyatakan lulus dengan IPK  3,67 dan nilai Yudisium sangat memuaskan. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close