PASKREATIFPASPENDIDIKAN

Isal Mahasiswa Unpas Aktif Berorganisasi dan Terus Melatih Diri

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMAktif Berorganisasi dan terus melatih diri dalam berbagai hal tak lepas dari sosok Muhamad Faisal Suherman atau yang akrab disapa Isal.

Selain berkuliah mahasiswa semester VI jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan ini pun menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMMAK) dan tentunya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan agenda yang  dijalankan.

“Berorganisasi menjadi hal yang sangat penting mengingat bahwa ada banyak hal positif dan ruang mengembangkan diri di dalamnya seperti meningkatkan pola pikir, melatih public speaking dan memiliki keluarga tambahan, yang solid baik dari kakak senior hingga  junior angkatan,” jelas Faisal yang merupakan salah satu penggaggas forum komunikasi antar sesama mahasiswa akuntansi baru se Bandung kota.

Penggemar membaca buku dan bidang otomotif ini pun berkata bahwa kuliah bukan hanya tentang belajar, tapi juga perlu berorganisasi untuk merealisasikan pelajaran dan menambah relasi yang akan bermanfaat bagi masa depan kita.

“Saya juga memiliki motto Jika takut jangan berani-berani, jika berani jangan takut-takut. Ke depan, saya berharap bisa menjadi orang yang sukses dan membuat orang tua saya bangga,” terang penyuka warna lembayung putih dan penfavorit makanan yang dibuat  oleh ibunya.

Pemuda kelahiran Cianjur, 6 Agustus 1999 ini juga bercita-cita untuk memberangkatkan haji kedua orang tuanya.

“Untuk tokoh idola saya yaitu Dr. Nur Samad Kamba, karena merupakan sosok hebat yang bukunya dilupakan. Saya juga banyak terinspirasi dari bapak saya,” ulasnya.

Bungsu dari tiga bersaudara ini juga mengungkapkan bahwa hidup yang ia maknai adalah kesempatan untuk melakukan segala hal dan ia selalu bersemangat dalam menjalani hidup karena selalu mengingat cita-citanya.

“Terakhir saya juga ingin menyampaikan pandangan buku Tuhan itu maha asyik,  karya Sujiwo Tejo dan Dr Nur Samad yang mengatakan bahwa anggaplah hidup itu cuman sekali dan dibawa asik, telusuri, nikmati, yakini, dan syukuri. Karena cerita Tuhan lebih asyik,” pungkasnya penuh semangat. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close