PASBANDUNG

Jangan Hanya Fokus Corona, Bencana Ini Harus Diantisipasi

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPublik saat ini seolah memusatkan perhatiannya dalam pencegahan virus corona atau COVID-19. Tapi, ada hal lain yang tak kalah penting untuk diantisipasi.

Yang dimaksud adalah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Sebab, ada potensi yang tak kalah besar yang sedang mengintai warga.

Hal ini yang justru dikhawatirkan. Ketika banyak orang fokus melakukan pencegahan agar tak terjangkit virus corona, justru potensi terlupakan. Apalagi, sekarang masih musim hujan. Bahkan, di beberapa daerah, hujan kadang turun dengan intensitas tinggi.

Potensi bencana di setiap daerah tentu akan berbeda satu sama lain. Tapi, secara umum, bencana yang biasa terjadi adalah gempa bumi, banjir, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, serta kebakaran. Semuanya harus diantisipasi sedini mungkin sebelum terlambat.

Pembahasan di bawah ini bisa menjadi gambaran kenapa warga harus harus waspada:

  1. Gempa Bumi

Di Kota Bandung misalnya, potensi bencananya tergolong lengkap. Semua potensi bencana seperti yang disebutkan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Untuk gempa misalnya, ini bisa terjadi kapan saja. Apalagi, di Bandung terdapat Sesar Lembang yang berpotensi menimbulkan banyak kerusakan jika bergeser.

“Jika ini terjadi, Bandung akan kena dampaknya dan kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi,” kata Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung Yusuf Hidayat.

Tapi, gambaran pergerakan Sesar Lembang ini bukan untuk menakut-nakuti ya. Hal ini justru membuat anda harus waspada. Sebab, tak ada yang bisa memastikan kapan Sesar Lembang ini bergerak.

  1. Banjir

Potensi bencana lain berikutnya di Kota Bandung adalah banjir. Beberapa daerah di Bandung bahkan sudah dikenal sebagai kawasan ‘langganan’ banjir. Karena itu, antisipasi perlu dilakukan.

“Bandung ini daerah cekungan sehingga masalah banjir ini memang harus diantisipasi,” ucapnya.

Memang tak mudah mencegah banjir. Sebab, penanganannya harus dilakukan secara kontinyu dan melibatkan banyak pihak. Tapi, langkah-langkah antisipatif tetap perlu dilakukan.

Contoh kecil yang bisa anda lakukan adalah menempatkan berbagai dokumen penting ke dalam wadah khusus antiair. Lebih baik jika kamu memiliki brankas antiair. Sehingga, berbagai dokumen itu akan terselamatkan ketika banjir melanda. Bahkan, hal ini juga bisa mengamankan dokumen kamu terlindungi dari bencana lainnya.

  1. Longsor

Begitu juga dengan longsor. Anda harus paham betul apa yang mesti dilakukan untuk menghadapinya. Misalnya, jika anda tinggal di area perbukitan yang rawan longsor, cek kawasan sekitar apakah terlihat ada retakan tanah atau tidak. Jika ini sampai terjadi, siap-siap mengungsi dan laporkan kepada aparat terkait agar segera bisa diambil langkah pencegahan dini.

  1. Angin Puting Beliung

Potensi ini bisa terjadi, terutama di daerah yang masih memiliki area terbuka cukup luas. Salah satu antisipasi yang bisa dilakukan adalah memeriksa seluruh area rumah. Pastikan genting rumah dan benda lainnya terpasang sempurna serta kokoh di tempatnya. Sehingga, jika ada angin puting beliung, benda-benda itu akan bisa terminimalisir terbawa terbang.

  1. Banjir Bandang

Hal ini juga termasuk bencana yang sulit ditebak. Sebab, ini bisa terjadi kapan dan di mana saja. Karena itu, kamu mesti waspada. Bersikaplah tenang jika ada banjir bandang. Segeralah menepi ke tempat aman agar tak terseret arus.

Jika anda membawa kendaraan, jangan sekali-kali deh menerobos banjir bandang maupun banjir biasa. Sebab, hal ini akan sangat membahayakan keselamatanmu.

  1. Kebakaran

Ini nih potensi bencana yang tak pernah mengenal musim. Kesalahan sepele bisa berujung fatal dan mengakibatkan kebakaran. Terlambat ditangani, seluruh isi rumah bisa habis.

Karena itu, penting untuk selalu memeriksa berbagai benda di rumah yang berpotensi menimbulkan kebakaran, mulai dari memeriksa kompor sudah dimatikan atau belum, charger jangan terpasang di stop kontak, matikan dan cabut seluruh peralatan yang tersambung dengan listrik jika akan pergi lama, serta berbagai langkah antisipatif lainnya.

“Warga sangat diharuskan untuk melakukan pengurangan risiko bencana. Sehingga, potensi dan kerugian bisa diminimalisir,” jelas Yusuf. (ors)

Tags

Related Articles

Close
Close