HEADLINEPASBANDUNG

Kota Bandung Red Zone COVID-19, Pemkot Tambah Tempat Cuci Tangan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMKepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung nyatakan wajar Kota Bandung menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat, yang masuk red zone penyebaran virus COVOD-19.

“Laporan ke Menkes, dari positif 1 sekarang jadi 4, itu sudah masuk zona merah,” ujar Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita, kepada Wartawan, Minggu (22/3/2020).

Meski demikian, sebenarnya jumlah ODP di Kota Bandung sekarang berkurang. Menurut Rita berdasarkan data yang dimilikinya, ODP berkurang sekarang tinggal 4 orang, dengan jumlah PDP 71 orang lebih.

“Mudah-mudahan berkurang terus, karena sudah ada yang sembuh setelah dipantau 14 hari,” tuturnya.

Pasien positif Covid-19 ini mempunyai riwayat perjalanan berbeda-beda. Ada yang pulang umroh, pulang dari luar negeri, dan pulang dari kota/kabupaten lain.

Sementara itu, upaya Pemkot Bandung dalam mencegah penyebaran virus covid-19 sekarang ditambah melalui penambahan tempat cuci tangan di beberapa lokasi keramaian di Kota Bandung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung meninjau langsung dua titik yang akan dipasang tempat mencuci tangan di Kota Bandung. “Kita akan pasang tempat mencuci tangan di tempat-tempat yang memang banyak dikunjungi warga,” ujar Sekda Kota Bandung Ema Sumarna disela meninjau taman Dewi Sartika dan Taman Alun-Alun Bandung, Minggu (22/3/2020).

Dipilihnya kedua tempat itu, Kata Ema, karena saluran airnya juga tersedia dengan baik. Sehingga memudahkan dalam pemasangannya.

Selain Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, juga memiliki tempat mencuci tangan yang bisa dipasang di taman.

“Namun memang tidak selengkap yang dimiliki Dinkes. Tapi ya itu tidak masalah,  kita tinggal pasang beberapa himbau tentang tata cara mencuci tangan yang baik,” katanya.

Eman mengatakan, pemasangan tempat mencuci tangan ini, tidak mungkin dilakukan di semua taman di Kota Bandung. Yang dipasang, hanya titik-titik di mana terlihat warga nampak banyak berkerumun.

Meski demikian, pemasangan tempat mencuci tangan ini, lanjut Ema, tidak lantas menggiring dan mempersilahkan orang untuk datang di keramaian.

“Ini adalah fasilitas, agar jika warga kebetulan datang ke sini, bisa memanfaatkannya. Bukan lantas kita berarti memperbolehkan atau menggiring masyarakat untuk datang ke keragaman,” bebernya.

Pada kesempatan ini, Ema juga mengajak instansi swasta untuk menyediakan tempat mencuci tangan bagi karyawan dan pengunjung. “Kalau semua pihak bekerjasama dan saling membantu, saya yakin ini akan menghasilkan sesuatu yang baik, dalam menghadapi virus corona,” tuturnya.

Kepada masyarakat, Ema meminta agar bisa menjaga fasilitas yang sudah disedikan pemerintah. “Kalau masyarakatnya masih suka merusak ya repot juga ya. Mau dipasang apapun ya repot,” katanya.

Ema menjelaskan, yang sekarang juga tengah dilakukan pemasangan juga di pasar-pasar tradisional.  Seperti di pasar Cihaurgeulis, pasar basahan di Pasar Baru dan beberapa tempat lain. (Put)

 

Tags

Related Articles

Close
Close