HEADLINEPASKREATIFPASNUSANTARAPASPENDIDIKAN

Mahasiswi STKIP Pasundan Juara 1 Lomba Keprotokolan 2020 Tingkat Nasional

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COMNinda Destiani mahasiswi semester VI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Pasundan Cimahi belum lama ini menjuarai perlombaan LAPOR atau Lomba Pembawa Acara Keprotokolan tahun 2020 yang diselenggarakan setiap tahun oleh protokol Jawa barat.

Adapun kegiatan ini dibuka untuk kategori ASN dan Kategori umum se Indonesia yang di hadiri oleh ketua umum Jabar bergerak yakni Atalia Parartya.

“Saya masuk dalam kategori umum. Peserta yang mendaftar ada sekitar 540 orang kemudian di ambil 30 orang terbaik yang bisa mengikuti sesi semifinal, kemudian 30 orang tersebut melaksanakan lomba secara daring pada tanggal 18 juni 2020. Kemudian setelah semifinal saya masuk 6 besar dan melaksanakan lomba kembali yaitu di sesi grandfinal di hari yang sama. Setelah grandfinal berlangsung, pembawa acara mengumumkan bahwa ternyata saya mendapatkan juara 1 kategori umum yang berjumlah 30 orang dari sebelumnya,” terangnya kepada pasjabar.

Meraih juara 1, tentu bukan sebuah kebetulan Ninda sangat rajin dalam berlatih, bahkan setiap hari ia mengasah kemampuan public speakingnya yang mana hal ini adalah kegemarannya.

“Saya belajar berbicara depan cermin dan kamera layaknya seperti banyak orang yang menonton. Karena ini sebuah latihan, latihan itu sangat penting,  dengan latihan ini lah kita akan terbiasa. Selain itu saya sering mencari referensi dari orang-orang yang sudah mahir di bidang public speaking terkhusus di bidang pembawa acara ataukeprotokolan,” terangnya.

Dari melihat referensi itu,Ninda berkata ia meperhatikan mereka bagaimana cara membawakan acara formal maupun informal. Kemudian ia selalu meminta feedback ata koreksi setiap kali ia membawakan acara.

Ia juga selalu bertanya pada orang sekitar bagaimana pembawaannya saat menjadi protokol atau MC. Dengan begitu mereka akan memberi kritik atau saran yang mana bisa membuatnya ebih baik dalam setiap pembawaan kemudian ia selalu terapkan itu.

“Menjelang perlombaan perasaan saya sempat campur aduk, karena perlombaan ini dilakukan secara daring, saya sempat takut muncul kendala seperti jaringan internet, laptop atau Handphone. Tapi Allah SWT memberikan saya keringanan sehingga saya bisa mengikuti lomba ini dengan lancar,” tuturnya.

“Awalnya sempat sedih, jujur pada saat pembukaan perlombaan  LAPOR 2020 seluruh panitia dan finalis menyanyikan lagu Indonesia Raya secara online, saya sempat merinding dan mengeluarkan air mata karena covid 19 ini membuat saya tidak bisa bertemu panitia, dewan juri dan seluruh finalis secara langsung. Saya juga terharu melihat semangat mereka yang luar biasa dengan kesiapannya mengikuti lomba ini. Jujur sejujur-jujurnya saya merinding melihat lawan saya yang hebatnya luar biasa, mereka tampil sangat bagus dan menarik sehingga sempat membuat saya deg degan karena saya pikir saya tidak sehebat mereka,” paparnya.

Ditanya soal tips aktif berlomba dan berprestasi, Ninda menjawab bahwa tipnya jangan takut keluar dari zona nyaman, mencoba hal baru agar menambah pengalaman dan wawasan yang mana membuat kita lebih kreatif. Jika sudah  mencoba sesuatu yang membuat kita menikmatinya, maka kita dapat melanjutkan dan matangkan.

“Lebih enak jika kita mempunyai hobi yang dibayar. Jika kita adalah mahasiswa maka hargailah waktu, atur waktu sebaik mungkin, kita juga harus meluangkan waktu untuk  belajar atau dalam hal pendidikan,” sahutnya.

Kedepannya Ninda juga akan tetap terus belajar demi kematangan kemampuannya, karena bagaimanapun zaman semakin berubah dan berbeda. Ia  harus tetap belajar dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga sehebat apapun kita, menurutnya tetap perlu belajar dan kembangkan diri. Ia juga akan terus mencoba hal yang baru dan mengikuti lomba-lomba yang lainnya.

“Saya juga mengucapkan terimakasih banyak selain kepada Allah SWT, kepada orang orang hebat yakni keluarga saya yang tak henti-hentinya mendukung saya, orang tua saya, kedua kakak saya Indra Hernawan dan Angga Maulana Yusup yang sering membimbing saya juga kepada adik Mutia Indriani. Terimakasih juga kepada Mira Purnama dan Lutfy Pradana yang membantu saya dalam kegiatan Lapor 2020 sehingga saya mendapat juara 1. Tanpa mereka saya belum tentu mempunyai semangat seperti ini. Terimakasih juga lapor 2020 dengan juara 1 ini saya mendapat kesempatan magang di keprotokolan Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. (Tan)

Tags

Related Articles

Close
Close