PASBANDUNG

Pemkot Bandung Mulai Perhitungkan Warga Terdampak Corona

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMSetelah hampir dua minggu pemerintah menghimbau warga untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah, Pemkot Bandung kini memikirkan nasib warganya yang berpenghasilan harian.

“Kita pikirkan bagaimana nasib warga yang penghasilannya harian,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, kepada wartawan Kamis (26/3/2020).

Untuk mereka yang masuk desil 1 dan 2 yang jumlahnya sekitar 60 ribu, mereka mungkin punya tunjangan bulanan dari e-waroong, sehingga lebih tenang.

“Namun, untuk yang masuk ke Desil 3 dan Desil 4, yang jumlahnya 20 ribu-50 ribu itu yang harus dipikirkan,” tambah Ema.

Ema mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari aparat kewilayahan,  bahwa sebenarnya sudah ada sejak kebersamaan antar warga. Jadi kepedulian antar tetangga sudah ada.

“Namun, untuk eskalasi yang lebih besar, kita tetap harus memikirkannya,” terangnya.

Jika kondisinya memburuk, maka Ema sudah meminta Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis)n dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, untuk ikut membantu dengan menggunakan dana tak terduga.

“Namun, sesuai peraturan, akan lebih aman, jika penggunaan dana ini dilakukan setelah APBD tahap 1 disahkan. Pengesahan direncanakan pada 6 April mendatang,” jelas Ema.

Jika nanti bantuan sudah ada, Ema mengatakan dalam pendistribusian harus tepat sasaran.  “Karenanya harus dilakukan pengawasan yang ketat,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, jumlah ODP di Kota Bandung sebanyak 225 orang. Jumlah PDP sebanyak 29 dengan pasien yang pulang dan sehat 14 orang. Sedangkan pasien dengan status positif  11 orang, 3 orang di antaranya meninggal.

“Kalau melihat angka ODP memang masih tinggi. Tapi PDP cenderung stagnan, dan kita harapkan semakin menurun,” pungkasnya. (Put)

Tags

Related Articles

Close
Close