PASBANDUNGPASJABAR

Pemkot Bandung Terima Ventilator untuk Diserahkan ke RSHS

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COMPemkot Bandung menerima bantuan satu unit ventilator yang akan diserahkan kepada Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang akan diletakan di ruang ICU.

“Ini merupakan CSR dari pihak ketiga yang menyalurkan bantuan lewat kami. Kami menyalurkan bantuannya ke RSHS,”  ujar Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita kepada wartawan (30/3).

Menurut Rita dipilihnya RSHS sebagai penerima bantuan, karena RSHS paling banyak menerima pasien covid-19.  “Untuk saat ini RSHS memiliki 7 unit ventilator, ditambah ini jadi 8 unit,” katanya.

Sebenarnya jumlah ini masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang masuk ke RSHS. “Jumlah ideal nya ya kondisional, bergantung pasien yang masuk,” tegasnya.

Selain ventilator,sebenarnya rumah sakit membutuhkan bantuan alat pengamanan diri dalam bentuk apapun. Baik itu APD lengkap maupun APD yang minimal.

“Karena semakin banyaknya pasien yang masuk ke rumah sakit, sehingga membutuhkan banyak APD,” tambahnya.

Selain pemberian CSR ini, Pemkot Bandung menerima bantuan bahan pangan dari berbagai stakeholder di kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Forum Bandung Sehat menggalang bantuan dari perusahaan dan instansi swasta berupa paket sembako yang akan dibagikan kepada keluarga miskin dan sangat miskin di Kota Bandung. Dalam sepekan, terkumpul 23.000 paket sembako senilai Rp4,6 miliar.

“Selain meminta masyarakat untuk diam di rumah kami berupaya untuk menghadirkan solusi bagi warga yang terdampak (seruan) diam di rumah, khususnya bagi masyarakat yang miskin dan sangat miskin,” ujar Oded di Pendopo Kota Bandung.

Oded menjelaskan, ada banyak warga miskin yang penghasilannya berkurang karena tidak bekerja selama pandemi Covid-19 ini. Mereka adalah sasaran utama pemberian bantuan ini.

“Dari proses atau kebijakan meminta warga diam di rumah, pasti ada konsekuensinya. Kalau yang pekerja formal mungkin masih ada gaji. Tetapi kalau pekerja yang penghasilannya harian, pasti warga kita nggak bisa bekerja atau mencari nafkah,” tuturnya.

Penyaluran bantuan berupa bahan pokok ini pun akan terus berlangsung selama tiga bulan ke depan. Oded meminta para pengusaha untuk terus membantu warga miskin Kota Bandung.

“Insyaallah ini akan dilaksanakan sampai 3 bulan ke depan. Mudah-mudahan para donatur tidak hanya satu bulan, ini tetapi terus mengalir bantuan dari para pengusaha. Sehingga warga Kota Bandung bisa punya solusi dari kebijakan kami agar mereka diam di rumah,” jelas Oded.

Kendati akan ada bantuan dari pemerintah pusat, Oded memastikan bahwa bantuan ini tidak akan tumpang tindih. Publik yang ia sasar adalah mereka yang tidak tercantum pada daftar pembagian bantuan dari pemerintah pusat.

“Yang kita utamakan desil satu dan desil dua warga yang miskin tadi. Tidak akan overlap dengan yang dari pusat,” kayanya. (Put)

Tags

Related Articles

Close
Close