BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Arsenal FC memastikan langkah gemilang ke final Liga Champions 2026 setelah menundukkan Atlético de Madrid dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, London, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB.
Hasil ini membuat The Gunners unggul agregat 2-1 dan melaju ke final untuk pertama kalinya sejak 2006.
Babak Pertama: Saka Pembeda di Momen Krusial
Sejak awal laga, Arsenal tampil agresif dengan tekanan tinggi. Dukungan penuh publik Emirates Stadium menjadi energi tambahan bagi pasukan Mikel Arteta.
Meski demikian, Atlético Madrid yang dilatih Diego Simeone tetap menunjukkan karakter permainan disiplin dengan pertahanan rapat dan serangan balik cepat.
Peluang demi peluang tercipta dari kedua tim. Atlético sempat mengancam melalui Antoine Griezmann dan Julián Álvarez, namun belum membuahkan hasil.
Arsenal merespons lewat tekanan intens yang dipimpin Declan Rice di lini tengah.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-45. Bukayo Saka mencetak gol dari jarak dekat setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Leandro Trossard yang sempat ditepis kiper Jan Oblak.
Gol tersebut menjadi penentu keunggulan Arsenal sekaligus mengubah jalannya laga.
Tekanan Atlético dan Ketangguhan Arsenal
Memasuki babak kedua, Atlético Madrid tampil lebih menekan. Peluang emas sempat hadir melalui Griezmann dan Marcos Llorente, namun kiper Arsenal David Raya tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Arsenal tidak tinggal diam. Serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lini belakang Atlético. Viktor Gyökeres dan Martin Ødegaard hampir menambah keunggulan, namun penyelesaian akhir belum maksimal.
Di sisi lain, lini pertahanan Arsenal yang dikomandoi Gabriel Magalhães dan William Saliba tampil solid dalam meredam setiap serangan tim tamu.
Declan Rice Jadi Pemain Terbaik
Performa luar biasa ditunjukkan Declan Rice yang dinobatkan sebagai Player of the Match.
Gelandang Inggris itu tampil dominan dengan akurasi umpan mencapai 91 persen, serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan tim antara bertahan dan menyerang.
Kontribusinya dalam memutus serangan lawan dan mengalirkan bola ke lini depan menjadi kunci kemenangan Arsenal dalam laga penuh tensi ini.
Arsenal Ukir Sejarah
Kemenangan ini memastikan Arsenal mencatat sejarah dengan kembali ke final Liga Champions setelah penantian panjang selama dua dekade.
Atmosfer stadion yang dipenuhi nyanyian suporter menjadi saksi perjuangan keras tim dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh tekanan.
Secara statistik, Arsenal juga menunjukkan dominasi dengan pertahanan solid serta kontrol permainan yang efektif.
Sementara Atlético Madrid harus mengakui keunggulan tuan rumah meski telah memberikan perlawanan maksimal hingga menit akhir.
Kini, Arsenal tinggal menunggu lawan di final yang akan digelar di Budapest.
Dengan performa impresif sepanjang musim, The Gunners berpeluang besar mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. (*/tie)
Susunan Pemain (Line-ups)
Arsenal: Raya; White, Saliba, Gabriel, Calafiori (Hincapié 58); Rice, Lewis-Skelly (Zubimendi 74); Saka (Madueke 58), Eze (Ødegaard 58), Trossard (Martinelli 83); Gyökeres
Atleti: Oblak; Pubill, Le Normand (Sørloth 57), Hancko, Ruggeri; Simeone (Cardoso 57), Llorente, Koke, Lookman (Molina 57); Griezmann (Baena 66), Alvarez (Almada 66)












