CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM—Di sudut kota Cimahi yang tenang, tepatnya di kawasan Cibabat, tinggal seorang remaja bernama Salsabila Nur Alifah yang akrab disapa Sabil.
Lahir pada 11 Desember 2007, Sabil kini duduk di bangku kelas XII SMK. Di usia yang masih 17 tahun, ia telah memiliki pandangan yang dewasa tentang hidup, kebahagiaan, dan cara menghadapi kegelisahan yang sering menghampiri masa remaja.
“Aku suka banget dengerin musik dan main game,” ucapnya sambil tersenyum. Bagi Sabil, dua hal itu bukan sekadar hobi, melainkan pelarian yang menyenangkan dari penat dan stres yang sering muncul di usia muda.
“Kalau buat aku, dua hal itu bikin stresnya hilang,” katanya.
Dari kecil, Sabil sempat punya cita-cita mulia menjadi seorang Polwan. Namun seiring waktu dan kedewasaan, impiannya berkembang. Kini, ia ingin menjadi pengusaha.
“Biar enak menatanya,” katanya ringan, sambil menyiratkan tekad besar yang ada di balik kata-kata sederhananya.
Bagi Sabil, momen paling berkesan dalam hidup bukan soal prestasi besar atau peristiwa luar biasa, tapi saat-saat sederhana bersama teman.
“Ngabisin waktu bareng temen itu penting. Bisa diajak cerita, bisa diajak main, ketawa, bercanda juga.” Kebersamaan seperti itu yang membuatnya merasa hidup lebih berwarna.
Saat ditanya bagaimana cara menjaga kebahagiaan dan tetap positif, Sabil mengakui bahwa itu bukan hal mudah.
“Aku juga kadang masih galau,” ujarnya jujur. Tapi Sabil punya cara: santai dan cari kesibukan.
“Kalau lagi susah dijelasin, ya udah, cari aja kesibukan. Main game, dengerin musik, atau ngobrol sama temen.”
Pesannya untuk teman-teman seumuran pun sangat sederhana tapi bermakna:
“Jangan dipikirin. Ya, itu utamanya ya. Tapi kalau udah susah, cari kesibukan yang positif. Main sama temen juga positif kok, kamu bahagia, aku bahagia,” pungkasnya. (Sanda/Tiwi)












