BANDUNG, PASJABAR.COM — Kota Bandung kekurangan 4 ribu orang Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, pada penerimaan CPNS tahun ini, Kota Bandung mengajukan kuota tidak lebih dari 920 orang.
“Tahun ini, ada sekitar 920 orang ASN yang memasuki masa pensiun. Jadi kita mengajukan kuota penerimaan CPNS sebanyak kuota yang pensiun,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan ( BKPP) Kota Bandung Yayan A. Briliana, kepada wartawan, Senin (28/1/2019) kemarin.
Yayan mengatakan, dari 920 posisi yang kosong, kebanyakan merupakan tenaga pengajar dan kesehatan. Karenanya, penerimaan untuk tahun ini, akan mngisi kekosongan tersebut.
“Selain tenaga kesehatan dan guru, kami juga membutuhkan tenaga administrasi umum yang akan diposisikan di kewilayahan,” terangnya.
Tahun ini pemerinta pusat akan mmbuka lowongan CPNS untuk seluruh Indonesia sebanyak 100 ribu lowongan. Sementara untuk kebutuhan di Kota Bandung, masih akan kembali dirumuskan bersama walikota dan wakil walikota.
“Jadi, untuk jumlah pastinya berapa kuota yang akan diminta Kota Bandung, pimpinan yang akan menentukan. Untuk kemudian nantinya di setujui oleh pemerinta pusat,” terang Yayan.
Sebenarnya, lanjut Yaya, tahun ini akan ada ASN kategori baru, yaitu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). ASN ini ada berdasarkan PP49 tahun 2018 tentang P3K.
“Masa kerja mereka ditentukan oleh kontrak selama satu sampai lima tahun,” tambahnya.
Untuk tahun ini saja, pemerintah pusat akan membuka lowongan untuk P3K sebanyak 150 ribu orang.
“Namun kita tidak tahu, berapa yang akan diterima Kota Bandung,” katanya.
Meski demikian pasti, pengajuan kuota P3K di Kota Bandung, posisinya akan diisi oleh tenaga kesehatan dan guru.
“Sebenarnya, pemerintah pusat membuka posisi P3K untuk posisi guru, tenaga ksehatan dan penyuluh pertanian. Namun, yang akan digunakan di Kota Bandung hanya tenaga guru dan kesehatan,” paparnya. (put)