CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 14 Desember 2025
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Permensos No.18/2018 Tidak Hambat Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

admin
30 Juli 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM —  Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (RSPD) Margowiyono menjelaskan, bahwa perubahan Panti Sosial Bina Netra menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra ( BRSPDSN) berdasarkan Permensos N0. 18 tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

“Peraturan Menteri Sosial (Permensos) No. 18/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Di Lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, diterbitkan justru untuk memastikan komitmen Kemensos terhadap layanan penyandang disabilitas yang berkualitas,” kata Margo dalam siaran persnya kepada Pasjabar, Selasa (30/7/2019).

Ia memastikan tidak ada regulasi yang mengurangi kualitas atau malah menghambat pelayanan terhadap penyandang disabilitas.

Menurutnya, hal ini akan ditindaklanjuti dengan penataan berbagai komponen rehabilitasi sosial khususnya SDM pelaksananya termasuk pekerja sosial yang bersentuhan langsung dengan penyandang disabilitas.

Ia mengungkapkan, UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan, pengelolaan layanan dasar penyandang disabilitas merupakan kewenangan daerah yang diselenggarakan melalui panti.

Baca juga:   CIDCO dan ATC Widyatama Kolaborasi Ciptakan Kehidupan Lebih Baik Bagi Disabilitas

“Untuk durasi layanan juga tidak disebutkan dalam permensos,” kata Margo

Namun demikian, layanan disabilitas tidak bisa terlalu lama. “Setidaknya ada tiga argumentasi mengapa waktu layanan di balai harus ditentukan batas waktunya,” kata Margo.

Pertama, kata dia, konsep rehabilitasi sosial harus berbatas waktu. Tidak boleh terlalu lama. Karena akan menyebabkan ketergantungan dan beban anggaran negara. Kedua, pembatasan waktu juga dengan pertimbangan untuk memperbanyak jumlah PM.

“Selama ini balai-balai milik Kemensos hanya mampu melayani sekitar 100 orang per tahun, artinya  banyak disabilitas  sensorik netra lainnya yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menerima layanan rehabilitasi sosial. Bila ada yang tidak bisa menerima kebijakan pembatasan ini, artinya membiarkan penyandang disabilitas netra lain tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan layanan rehabilitasi sosial,” kata Margo.

Ketiga, dalam UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah,  layanan dasar dalam panti sosial merupakan tugas pemerintah daerah provinsi.

Baca juga:   RBM Gagas Program Rujukan Disabilitas, Wujudkan Bandung Inklusi

Penanganan  penyandang disabilitas adalah merupakan kerjasama  pemerintah pusat dan daerah sekaligus  kerjasama  lintas sektor.

Demikian halnya dalam pelaksanaan  proses rehabilitasi sosial dimana  penerima manfaatnya  sekaligus merupakan peserta didik sekolah formal tentunya akan berbagi peran dan kewenangan dengan sektor pendidikan.

“Keberhasilan proses layanan rehabilitasi sosial yang dilaksanakan oleh Balai sangat didukung oleh peran serta keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan Balai mengadakan pertemuan orang tua dengan mengundang orang tua/keluarga untuk hadir ke Balai dan mengajak ortu/klga berperanserta.

“Pekerja sosial Balai melakukan kunjungan rumah (home visit) sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial melalui pendekatan profesi pekerjaan sosial, antara lain untuk menyiapkan keluarga dan masyarakat sebelum proses terminasi PM,” paparnya.

Dari data Kemensos RI diketahui target layanan rehabilitasi sosial di BRSPDSN “Wyata Guna” Bandung Tahun 2019 berjumlah 640 orang, terdiri dari layanan dalam Balai sebanyak 175 orang setahun, dengan waktu layanan selama enam bulan.

Baca juga:   Disabilitas Netra Bandung Minati Jualan Online

“Pada Semester I, jumlah Penerima Manfaat (PM) BRSPDSN “Wyata Guna” berjumlah 130 orang yang terdiri dari 65 PM yang sedang mengikuti pendidikan dan 65 PM yang mengikuti layanan rehabilitasi sosial,” jelas Margo.

Ia menambahkan, pada tanggal 27 Juli 2019, telah dilakukan terminasi terhadap 98 orang PM, yaitu PM yang telah selesai menempuh pendidikan dan PM yg kuliah tetapi tidak ada dokumentasi administrasi pendidikannya.  Selebihnya, 32 PM belum terminasi karena masih menempuh pendidikan.

Kemudian pada Semester II, PM yang mendapat layanan rehabilitasi sosial berjumlah 45 orang, yaitu 32 orang PM yang belum terminasi dan PM rekruitmen baru.  Sehingga total layanan rehabsos dalam balai di BRSPDSN Wyata Guna Tahun 2019 berjumlah 175 orang. “Nah untuk layanan luar Balai mencapai 465 orang setahun,” tandasnya. (*/tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang DisabilitasdisabilitasmensosPermensoswiyata guna


Related Posts

Stiker Keluarga Miskin
HEADLINE

Warga Tolak Stiker Keluarga Miskin, Mensos Justru Bersyukur

13 November 2025
Puskesos Tanginas
PASBANDUNG

Mensos Tinjau Puskesos Tanginas, Apresiasi Penampungan Aspirasi Warga

8 Maret 2025
unpas
PASPENDIDIKAN

Mensos Apresiasi Inovasi Pengolahan Sampah di Desa Binaan Unpas

8 Maret 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa
HEADLINE

Kalah Rubber Game, Febriana/Meilysa Raih Perak SEA Games

14 Desember 2025

PATHUM THANI, WWW.PASJABAR.COM – Kontingen Indonesia harus puas dengan medali perak dari nomor ganda putri perorangan cabang...

Pesepak bola Timnas U22 Indonesia Toni Firmansyah (kiri) berupaya melewati adangan pesepak bola Timnas Myanmar Oakkar Naing (kedua kanan) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025). ANTARA FOTO/NAY/sth/foc.(ANTARA FOTO/NAY)

PSSI Terbagi Faksi, Tanggung Jawab Zainudin Amali Gagal SEA Games

14 Desember 2025
Nadia Aisha Nurazmi.(DOK INSTAGRAM/@TIMINDONESIAOFFICIAL)

Perenang Indonesia Lolos Final Renang SEA Games 2025 & Pecahkan Rekor Nasional

14 Desember 2025
Mohamed Salah mendapatkan aplaus dari fans usai kembali memperkuat Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

Mohamed Salah Comeback, Langsung Assist Gol Kedua Liverpool

14 Desember 2025
Ilustrasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Hasil Balap Sepeda Men’s Time Trial SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas!

14 Desember 2025

Highlights

Mohamed Salah Comeback, Langsung Assist Gol Kedua Liverpool

Hasil Balap Sepeda Men’s Time Trial SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas!

Super League 2025/2026: Persib Hancur 0-2 di Kandang Malut United

Marc Klok Tegaskan Persib Bidik Kemenangan Lawan Malut United

Malut United Vs Persib Super League 2025/2026: Tanpa Hodak

Alumni Network Forum 2025 FIB Unpad Dorong Reputasi QS Ranking

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.