CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASJABAR

PARMUSI Jabar Gelar Bincang Publik : Santri dan Stigma Radikalisme

admin
24 Oktober 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG,  WWW.PASJABAR.COM — Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Jawa Barat mengadakan bincang publik “Santri dan Stigma Radikalisme” bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua ICMI Jabar Prof HM Najib di Freddo Caffeshop, Jalan Merak No 4 Surapati, Kota Bandung, Rabu (23/10/2019).

Wakil Gubernur Jawa Barat sekaligus Panglima Pesantren Jawa Barat,  Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan bahwa stigma radikal tidak pantas diberikan kepada santri. Malah yang ada santri siap diberikan kewenangan untuk mengatasi Islam radikal.

Baca juga:   Tiga Santri Terbawa Hanyut Sungai Cikapundung

“Saya mengusulkan adanya kementrian pesantren, tentu hal ini akan menjadi ruang bagi kami untuk mengimplemtasikan dan bisa merasakan kebaikan dan perhatian terhadap komunitas pesantren,” jelasnya.

Uu pun berharap bahwa kedepannya pesantren dan santri dapat saling bekerja sama membangun Jawa Barat yang lebih baik serta menjaga persatuan.

Sementara itu ketua ICMI jawa Barat, Prof.  HM Najib mengulas bahwa pesantren merupakan entitas umat islam yang luar biasa dan pusat dakwah serta pergerakan.

Baca juga:   Jeje Govinda dan Asep Ismail Resmi Daftar Pilkada KBB 2024

“Pesantren memiliki peran yang sangat besar mulai dari  masa penjajahan, kemerdekaan juga menjadi pengawal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Prof Najib menambahkan bahwa pesantren menjadi lembaga agama yang memiliki fungsi ganda, baik sebagai pusat ekonomi maupun pusat pergerakan. Sehingga menjadi pertanyaan,  bagaimana santri atau pesantren diidentikan dengan radikalisme, padahal pesantren tak mengajarkan nilai-nilai radikalisme.

“Pada kisaran tahun 1990-an mulai muncul gerakan radikal yang mengatasnamakan Islam, Dengan cara destruktif mereka merusak gedung,  keadaan sosial. Namun faktanya gerakan radikal bukan hanya oknum yang mengatasnamankan agama Islam, bahkan kekuatan politik non agamapun, seperti gerakan radikal di vietnam dan kamboja pun terjadi,” tandasnya.

Baca juga:   Polresta Bandung Siap Amankan Perayaan HUT TVRI Jabar ke 36

Adanya radikalisme terang Prof Najib adalah karena adu domba yang dilakukan oleh sekelompok golongan yang memiliki kepentingan tertentu, oleh karena itu umat Islam perlu menguatkan barisan dengan membaca alqur’an dan hadist nabi, serta harus menjaga ukhwah insaniah,  imaniah dan basyariah. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: parmusiradikalismesantri


Related Posts

radikalisme
HEADLINE

Mendiktisaintek: Pendidikan Kunci Cegah Radikalisme dan Terorisme

20 Desember 2024
IJTI Jabar Gelar Jurnalis Nyantri Untuk Berbagi Pengalaman
PASBANDUNG

IJTI Jabar Gelar Jurnalis Nyantri Untuk Berbagi Pengalaman

22 Maret 2024
Tiga Santri Terbawa Hanyut Sungai Cikapundung
HEADLINE

Tiga Santri Terbawa Hanyut Sungai Cikapundung

8 Maret 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.