CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 26 Maret 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Rentan Jadi Klaster Fagi Minta Disdik Jabar Tak Paksa Buka Sekolah Januari

Yatti Chahyati
22 Desember 2020
Pemprov Jabar Serahkan Kuota dan Peminjaman Tablet Untuk Siswa SMA

ilustrasi (pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Forum Aksi Guru Indonesai (FAGI) meminta Pemerintah dan Pemerintah Daerah menunda Rencana Pembelajaran Tatap  Muka (PTM) pada Januari 2021.

Ketua FAGI, Iwan Hermawan menegaskan alasan tidak dibukanya PTM pertama, pademi Covid 19 masih tinggi sehingga bisa terjadi penularan diantara siswa dengan sisiwa, sisiwa dengan guru dan guru dengan guru.

“Sehingga bisa menimbulkan klaster sekolah yang dibawa dari klaster keluarga. Para peserta didik yang berusia remaja dan anak-anak dianggap rentan tertular, Covid-19 apabila PTM digelar. Bisa terjadi risiko penularannya saat ruang belajar saat diramaikan peserta didik. kesehatan mereka lebih penting dibanding urgensi menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah,” tegas Iwan, dalam siaran persnya kepada Pasjabar, Selasa (22/12/2020).

Disebutkan Iwan jika, saat ini hampir Setengah  dari guru-guru berusia 50 tahun keatas sangat rentan terhadap penularan Covid-19.

“Apalagi ada yang sudah memiliki penyakit bawaan, namun karena rasa tanggung jawab dan kepatuhan terhadap pimpinan maka guru-guru tersebut akan memaksakan hadir ke sekolah walau  Covid-19 mengancam jiwanya. Guru ingin menyelesaikan tugas mengajarnya sampai pensiun dan menikmati masa pensiunnya dengan bahagia,” paparnya.

Baca juga:   Kota Bandung Juara Umum LKS Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2023

Selain itu guru akan lebih repot ketika pelaksanaan, pasalanya guru harus menyiapkan media pembelajaran PTM dan PJJ apalagi ada beban dalam satu kelas  dibagi 2 sehingga harus mengajar 2 kali dalam satu kelasdalm sehari.

“Berdasarkan hasil penelitian Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia  yang melibatkan sekitar 15 ribu siswa di Indonesia ini menemukan, kondisi psikologis siswa yang mengikuti PJJ justru lebih baik dibandingkan mereka yang mengikuti pembelajaran secara tatap muka maupun campuran antara PJJ dan PTM. PJJ juga ditemukan tidak menimbulkan stres yang lebih tinggi daripada metode pembelajaran lainnya,” keluh Iwan.

Guru SMAN 9 ini menyebutkan, jika kegagalan PJJ selama ini karena sebagian besar guru dan orang tua kurang memahami regulasi PJJ yang telah di keluarkan oleh Kemendikbud, berdasarkan Surat Edaran Sesjen kemendikbud No 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dalam regulasi tersebut  Pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Mengajar sangat di sederhanakan materi pelajaran di reduksi sebagian  cukup yang esensinya saja yang di berikan siswa,  termasuk Evaluasi pembejalarannya, proses belajaran tidak hanya daring guru boleh memilih pake daring atau luring seperti dengan mengunakan Washapp  atau Modul pembelaran, dalam regulasi tersebut  termuat pedoman PJJ bagi manajemen sekolah, guru,siswa dan orang tua.

Baca juga:   Harga Ayam Potong di Bandung Tembus Rp40 Ribu, Omzet Turun

“Namun sayang hasil pengamatan FAGI hanya sebagian kecil guru dan orang tua yang sudah membaca regulasi tersebut. Sehingga pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa, Penilaian kinerja guru dan penilian kinerja kepala  sekolah masih menggunakan instrumen masa normal akibatnya walau saat pandemi  guru memaksakan melaksanakan KBM, dan Evaluasi Pembelajaran seperti masa  normal  karena tuntutan administratif atasannya,” jelasnya.

Selain itu, pengalaman pemerintah dan pemerintah daerah sebetulnya sudah lama dilakukan , sejak  dulu PJJ sudah dilakukan dalan pelaksanaan SD,SMP dan SMA terbuka , termasuk Universitas terbuka, modul sudah di siapkan sejak dulu, kenapa tidak mengadopsi PJJ sekolah dan Universitas terbuka tersebut.

Baca juga:   Tak Puas dengan PPDB FMPP akan Datangi Disdik Jabar

Ia mengatakan jika FAGI setuju dengan pernytaaan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, jika pemerintah pusat dan daerah disarankan dapat melakukan beberapa hal. Seperti, meningkatkan kapasitas dan keterampilan guru dalam hal pengelolaan kelas dan penyampaian materi belajar yang sesuai dengan konsep PJJ, guru diharapkan lebih percaya diri dalam memberikan materi saat PJJ.

“Guru juga disarankan untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberikan dukungan psikososial pada siswa. Pemberian keterampilan dukungan psikologis awal (DPA) adalah salah satu alternatif kegiatan yang dapat diberikan pada guru,” ungkapnya.

FAGI juga menyerankan jika perlu adanya bantuan pada orang tua atau pendamping belajar selama PJJ agar lebih mudah memahami proses belajar yang sedang dijalani anak. Salah satunya dengan menyiapkan modul-modul belajar untuk pengayaan bagi pendamping belajar anak atau orang tua.

“Kehilangan Ilmu Pengetahuan  sementara bisa di ganti di kemudian hari ,tapi kehilangan nyawa anak dan guru tidak akan bisa terhgantikan,” katanya. (tie)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: disdik jabarFAGIpembelajaran tatap muka


Related Posts

madrasah di Aceh
HEADLINE

Madrasah di Aceh Dipastikan Siap Kembali Gelar Pembelajaran Senin Ini

4 Januari 2026
SMA Terbuka
HEADLINE

Disdik Jabar Evaluasi Program SMA Terbuka, Tingkatkan Akses Pendidikan

13 November 2025
Tes Kompetensi Akademik
HEADLINE

Disdik Jabar Pastikan Tes Kompetensi Akademik Tertib dan Kondusif

6 November 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

apple kamera
HEADLINE

Apple Uji Sensor Kamera 200 MP untuk iPhone Generasi Berikutnya

26 Maret 2026

WWW.PASJABAR.COM — Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan sensor kamera utama 200 MP untuk iPhone generasi selanjutnya, mengikuti...

harga pangan

Harga Pangan Fluktuatif, Cabai Rawit dan Ayam Alami Kenaikan

26 Maret 2026
Samsung Resmi Rilis Galaxy A57 dan A37 dengan Fitur AI

Samsung Resmi Rilis Galaxy A57 dan A37 dengan Fitur AI

26 Maret 2026
wahana terbang rooftop

Viral di Medsos, Wahana Terbang Rooftop Bandung Diserbu Wisatawan

26 Maret 2026
harimau benggala

Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Diduga Terinfeksi Virus

26 Maret 2026

Highlights

Viral di Medsos, Wahana Terbang Rooftop Bandung Diserbu Wisatawan

Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Diduga Terinfeksi Virus

Harga Tiket Naik, Pemudik Tetap Padati Terminal Leuwipanjang Bandung

Harmoni 7 Negara di Skuad Garuda: John Herdman Beberkan Alasan Bawa Gerbong Asisten Asing

Transfer Barcelona 2026: Batas Harga Bintang Atletico Madrid Julian Alvarez Ditetapkan, Hansi Flick Bidik Alessandro Bastoni

Alasan John Herdman Panggil Elkan Baggott: Bukan Sekadar Faktor ‘Inggris’, Tapi Standar Championship!

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.