ACEH, WWW.PASJABAR.COM — Madrasah di Aceh dipastikan siap kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai Senin, 5 Januari 2026, setelah terdampak bencana hidrometeorologi.
Seperti dikutip Pasjabar, dari laman resmi Kemenag, Minggu (4/1/2026), Â disebutkan sekitar 87 persen
madrasah atau 437 dari 500 madrasah terdampak telah siap melaksanakan proses belajar mengajar secara langsung.
437 Madrasah Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Kesiapan pembelajaran tatap muka di madrasah Aceh berdasarkan laporan Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh.
Ketua tim, Khairul Azhar, menyampaikan bahwa dari total 500 madrasah terdampak, sebanyak 437 madrasah telah dinyatakan layak dan aman untuk melaksanakan proses belajar mengajar
(PBM) secara langsung mulai Senin ini.
Menurut Khairul, kesiapan tersebut tidak lepas dari kerja cepat para guru, tenaga kependidikan, relawan, serta dukungan masyarakat yang bersama-sama membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas pendukung pascabanjir.
Meski mayoritas madrasah siap, sebanyak 63 madrasah masih belum dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Madrasah tersebut tersebar di beberapa kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah.
Kendala utama yang dihadapi meliputi belum rampungnya pembersihan lumpur, ruang kelas yang tertimbun material banjir, akses jalan menuju madrasah yang belum dapat dilalui, hingga sejumlah madrasah yang masih difungsikan sebagai lokasi pengungsian warga.
Madrasah Rusak Direlokasi ke Tempat Sementara
Di tengah keterbatasan tersebut, Kemenag Aceh memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.
Sejumlah madrasah yang mengalami kerusakan berat, roboh, atau hanyut akibat banjir tetap melaksanakan PBM dengan memanfaatkan lokasi sementara.
Kegiatan belajar mengajar dialihkan ke masjid, meunasah, lapangan desa, atau lahan madrasah yang masih memungkinkan digunakan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa pemulihan pendidikan madrasah dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan.
Ia memastikan, pembelajaran tatap muka hanya akan dilaksanakan di madrasah yang benar-benar dinyatakan aman dan siap, sementara madrasah yang belum siap akan terus mendapat pendampingan.
Kanwil Kemenag Aceh bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana madrasah.
Upaya ini dilakukan agar seluruh peserta didik dapat segera kembali mengikuti pembelajaran secara normal, meski di tengah kondisi pascabencana. (*/tie)












