CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Tantangan dan Hambatan Disabilitas Dalam Belajar di Tengah Pandemi

Tiwi Kasavela
5 Juni 2021
Tantangan dan Hambatan Disabilitas Dalam Belajar di Tengah Pandemi

Siswi SLB Plus Raharja Mandiri, penyandang down sindrom sedang latihan olahraga raga boce. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Divisi Pendidikan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) sekaligus Kepala Sekolah SLB plus Raharja Mandiri Tanjungsari kabupaten Sumedang Rofiqoheni SPd., MMPd., menyampaikan bahwa PANDEMI covid-19 menyebabkan hambatan yang tidak disangka-sangka terhadap kegiatan belajar mengajar.

Sebagian besar sekolah di Indonesia saat Ini ditutup dan jutaan murid terpaksa belajar secara jarak jauh. Namun dampak penutupan sekolah terhadap setiap anak dapat berbeda-beda.

“Bagi anak dengan disabilitas, yang sudah mengalami tantangan lebih berat, hal Ini secara khusus merugikan, pada tahun 2019, menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional ( SUSENAS). Terdapat hamper 140.000 anak penyandang disabilitas usia 7-18 tahun yang tidak bersekolah.” Terang Rufiqoh dalam talkshow “Belajar Mengajar Selama Pandemi Bagi Disabilitas” di Radio Sonata FM, Rabu (2/6/2021).

Selain itu, sambung Rufiqoh tidak semua anak dengan disabilitas dapat memanfaatkan solusi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga:   Efek Domino Venezuela: Benarkah Xi Jinping Akan Memanfaatkan Langkah Trump untuk Tekan Taiwan?

Sebagian besar dari mereka tidak memiliki dukungan, akses Internet, sarana teknologi, dan materi belajar yang dibutuhkan.

“Krisis saat Ini memang menimbulkan tantangan besar bagi anak dengan disabilitas dan keluarga mereka. Namun, Inilah peluang untuk mengatasi ketimpangan sistemik yang selama in! berlangsung di sektor pendidikan dan yang diperlihatkan secara nyata oleh pandemic. Sebelum pandemic, terdapat hamper 3 dari 19 anak dengan disabilitas di Indonesia yang tidak pernah bersekolah,” imbuhnya.

Sementara Itu, mereka yang bersekolah menunjukkan kesenjangan besar dalam capaian pendidikan. Hanya 56 persen anak dengan disabilitas yang menamatkan SD. Sebagai perbandingan, tingkat tamat SD pada kelompok anak tanpa disabilitas adalah 95 persen.

“Tanpa kegiatan belajar di sekolah, para murid terpaksa mengandaikan ponsel pintar, computer. Dan Internet agar tetap dapat berinteraksi dengan guru. Namun banyak keluarga, terutama yang berpendapatan rendah. Yang tidak mampu membeli kuota internet, gawai, dan tinggal di daerah dengan keterbatasan koneksi dan karenanya tidak bisa mengikuti PJJ ataupun mendapatkan informasi penting terkait COVID-19. Jika bisa diatasi, konektivitas yang merata dapat memberikan dukungan luar biasa bagi dunia yang lebih Inklusif,” tandasnya.

Baca juga:   Marcus Thuram Pecahkan Kutukan! Inter Milan Akhirnya Menang di Laga Perdana Liga Champions!

Di samping itu, sambung Rufiqoh P Penyiapan dan orientasi guru Inklusi harus menjadi bagian dari pendidikan guru. Selain pedagogic yang berpusat pada murid. Pelatihan juga dapat membantu guru-guru dalam bersikap terhadap anak dengan disabilitas. Guru juga dapat disiapkan mendukung keluarga dengan mendorong orang tua agar mengupayakan anak tetap berada di sekolah serta menyampaikan potensi kepada orang tua.

“Kelangkaan sarana prasarana dan materi belajar yang mudah diakses adalah hambatan besar bagi anak dengan disabilitas fisik, intelektual ataupun belajar. Desain prasarana sekolah yang universal, termasuk sarana akses bangunan, bahan bacaan, dan sarana sanitasi. Dapat membantu memenuhi pelbagai kebutuhan anak dengan berbagai jenis disabilitas,” paparnya.

Baca juga:   William Marcilio Hengkang dari Persib: Bojan Hodak Sudah 'Selesai', Ini Alasannya

Menurut sebuah survey terbaru. Sebagian besar orang tua yakni 80 persen menyatakan siap mengirim anak kembali ke sekolah.

“Banyak orang tua, dalam hal ini 90 persen yang percaya anak-anaknya bisa mengikuti protokol kesehatan. Namun banyak pula yang menyatakan bahwa sekolah perlu memiliki kebijakan yang jelas terlebih dahulu. Dalam hal protokol kesehatan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan anak. Anak dengan disabilitas harus lebih dilibatkan secara bermakna di program-program pembangunan. Program kebijakan produk atau panduan terkait disabilitas. Yang seharusnya disusun dengan melibatkan melibatkan anak anak penyandang disabilitas,” pungkasnya. (Tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Hambatan Disabilitas Dalam Belajar


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Mohammad Zaki Ubaidillah. (Foto: Dok. PP PBSI)
HEADLINE

Zaki Juara Thailand Masters 2026: Mohammad Zaki Ubaidillah Taklukkan Wakil Tuan Rumah Melalui Duel Sengit Rubber Game di Stadion Nimibutr

2 Februari 2026

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM -- Babak final tunggal putra turnamen Thailand Masters 2026 mempertemukan pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah...

Pertamina Enduro menang 3-0 atas Bandung BJB Tandamata / @mojisports_

Jakarta Pertamina Enduro Balas Dendam: Megatron dan Kawan-Kawan Libas Bandung BJB Tandamata Skor 3-0

2 Februari 2026
Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.