CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Meningkatkan Kolaborasi dalam Mengembalikan Kejayaan Pasundan

Yatti Chahyati
23 Juli 2021
Meningkatkan Kolaborasi dalam Mengembalikan Kejayaan Pasundan

Pengurus Besar Paguyuban Pasundan (foto : Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

*)Milangkala Paguyuban Pasundan ke 108

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pada 20 Juli 2021, Organisasi tertua di Jawa Barat, Paguyuban Pasundan memasuki usia ke 108 tahun.  Komitmen dan pengabdian untuk kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia pun tak pernah surut dilakukan.

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof.Dr.H.M.Didi Turmudzi M.Si,. mengungkapkan bahwa tema Milangkala Paguyuban Pasundan ke 108 adalah “Meningkatkan kolaborasi dalam mengembalikan kejayaan Pasundan”.

“Tema ini diambil mengingat kesejarahan masa lalu, Paguyuban Pasundan lahir dengan misi untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan,” terangnya Jum’at (23/7/2021).

Prof Didi menerangkan bahwa pendiri dan pengurus Paguyuban Pasundan memiliki semangat dan dedikasi yang luar biasa dalam memberikan kontribusi yang optimal dalam membangun kesatuan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

Paguyuban Pasundan berdiri sejak tahun 1913 jauh sebelum negara Republik Indonesia berdiri, dan mewujudkan peran yang nyata dengan membangun lembaga pendidikan pada tahun 1922. Kemudian dilanjutkan dengan  membangun Bank Sentral Pasundan, mendirikan mass media yaitu Sipatahunan, koran daerah yang penyebarannya ke seluruh nusantara bahkan mencapai Asia Tenggara.

“Paguyuban Pasundan juga turut menyoroti permasalahan sosial yang ada seperti perempuan yang  kawin muda, pengangguran, pendidikan dan lain sebagainya, untuk kemudian mencari solusi,” ucapnya.

“Dengan keterbatasan dan fasilitas yang ada, Paguyuban Pasundan telah memiliki prestasi yang luar biasa,” tambahnya.

Hal ini terang Prof Didi menjadi sebuah tantangan bagi generasi penerus untuk bagaimana mencontoh dan meneruskan cita-cita dan perjuangan Paguyuban Pasundan ke depan.

Baca juga:   Sekejam Inikah!!! Kamboja Memperlakukan Atlit Indonesia, Pengalungan Emas Hendro Yap Digelapin Panitia

“Saat ini Paguyuban Pasundan memiliki SDM yang banyak dan fasilitas yang mumpuni, selanjutnya adalah bagaimana membangun idealisme, komitmen dan loyalitas kepada Paguyuban Pasundan,” ulasnya.

Dalam Milangkala ke 108 ini, sambung Prof Didi harus dijadikan  reevaluasi atau penilaian kinerja kepengurusan saat ini,  bagaimana ke depan melakukan perubahan juga terobosan dan reposisi peran Paguyuban Pasundan sebagai organisasi yang independen dan bukan bagian dari bagian partai politik manapun.

“Ke depan kami ingin membangun pengaruh yang jauh lebih besar agar dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal. Sehingga kehadiran  Paguyuban Pasundan di Jawa Barat dan Indonesia terlihat eksistensinya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ulasnya.

Kunci kebesaran Paguyuban Pasundan adalah keseriusan dari pengurus yang mewujud dalam bentuk konsistensi dalam mengimplementasikan cita-cita dan tujuan dari Paguyuban Pasundan.

“Tantangan ke depan tentu akan sangat berbeda. Permasalahan yang ada pada saat ini tidak lebih mudah dari pada dahulu. Sebagaimana mengutip dari Proklamator Ir. Soekarno yang menyatakan bahwa ‘Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.'” ulasnya.

“Artinya bisa jadi saat ini kita tidak sadar bahwa negara kita rentan dengan konflik, mudah diadu domba, padahal masalah yang dihadapi cukup besar. Paguyuban Pasundan menyadari bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu integrasi bangsa agar bisa menjalin kebersamaan dan kesejahteraan,” sambungnya.

Baca juga:   Megawati Hangestri Cetak Rekor 1.500 Poin

Selama kesejahteraan tidak dirasakan, ucap Prof Didi akan sulit negara Indonesia menjadi kuat, besar dan diperhitungkan oleh bangsa lain.

Dalam menjaga kesatuan Negara Republik Indonesia, Paguyuban Pasundan juga turut berupaya berkontribusi dengan memberikan kritikan dan solusi bagi permasalahan yang terjadi di masyarakat

“Kepekaan dan kejelian dalam melihat persoalan yang menjadi sebuah pekerjaan. Di samping itu, kami  menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah pusat maupun daerah. Agar rintihan rakyat dapat diketahui dan tidak hanya dijawab dengan sebuah kebijakan yang kebijakan itu kurang tersosialisasikan dan banyak kebocoran di lapangan, dan itu tidak diketahui oleh pemerintah,” paparnya.

Prof Didi menambahkan bahwa hal yang coba dilakukan oleh Paguyuban Pasundan saat ini adalah melakukan percepatan dengan apa yang dibutuhkan saat ini saat ini, bagaimana masyarakat bisa makan, bekerja, menyekolahkan anak-anak mereka dengan ringan.

“Hal yang kami pikirkan saat ini adalah bagaimana membangun karakter anak bangsa ke depan. Jangan dianggap enteng bahwa anak kita di masa depan akan  seperti kita hari ini. Bisa saja mereka mengalami kesulitan, tidak memiliki tempat, kesulitan berkerja, dan lainnya. Maka dari itu,  generasi tua saat ini harus membangun kepercayaan diri dan karakter generasi muda, agar mereka bisa menjadi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan,peka terhadap masalah sosial , politik dan lain sebagainya,” urainya.

Baca juga:   Ratusan PKL Cikapundung Ditata Pemkot Bandung

Prof Didi mengatakan bahwa Paguyuban Pasundan berupaya membina generasi muda yang sadar pada lingkungannya. Sadar akan ancaman dan tantangan yang dihadapi negaranya.

“Bangsa ini akan tetap bisa bertahan dan ajeg sebagai sebuah negara dan bangsa ketika bangsa ini masih memiliki teritorial darat, laut dan udara dan dikuasai oleh bangsa ini serta kekuatan ekonomi. Jangan sampai dikuasai segelintir kelompok dan membuat negara ini terpecah. Karena founding fathers negara Indonesia telah membangun nilai-nilai kesatuan dalam pancasila. Bukan negara  agama atau sekuler, melainkan agama harus hadir dalam berbangsa,” ulasnya.

Prof Didi berharap bahwa masyarakat dan pemerintah dapat menyadari akan pentingnya persatuan dan toleransi, agar tidak dibentur-benturkan dengan opini yang tidak bertanggung jawab antara nasionalisme, islami dan sekular.

“Jangan sampai masyarakat kita terpecahkan karena benturan ideologi, yang menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang susah dibangun,” ujarnya.

Dalam membangun karakter, Paguyuban Pasundan juga akan menyiapkan kurikulum di lingkungan Pendidikan Paguyuban Pasundan untuk menyiapkan mental fighter, pemberani dan pantang menyerah.

“Milangkala ke 108 Paguyuban Pasundan ini semoga menjadi pendorong untuk meningkatkan kesadaran dalam keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia, baik faktor keutuhan teritorial, keutuhan ekonomi, sistem religi, penguatan pancasila oleh seluruh bangsa  yang menjadi kebutuhan juga keharusan untuk saat ini dan kedepan,” pungkasnya. (*/tie/tiwi)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: ketua paguyuban pasundanmilangkapa paguyubanpaguyuban pasundan


Related Posts

baznas jawa barat
HEADLINE

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

8 Januari 2026
Pelantikan YPT dan YPDM Pasundan
HEADLINE

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Lantik Pengurus YPDM dan YPT Pasundan Periode 2025–2030

6 Januari 2026
tabur Bunga Oto Iskandar Dinata
HEADLINE

PB Paguyuban Pasundan Tabur Bunga di Monumen Oto Iskandar Dinata

20 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

NASA misi luar angkasa
HEADLINE

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026

# NASA misi luar angkasa FLORIDA, WWW.PASJABAR.COM -- NASA kembali menegaskan langkah seriusnya dalam pengembangan industri luar...

Indonesia vs Irak futsal

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

31 Januari 2026
Fast Forever

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

31 Januari 2026
Persib vs Persis Solo

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

31 Januari 2026
Raffi Ahmad longsor Bandung Barat

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

31 Januari 2026

Highlights

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

Sony Pictures Perkenalkan Pemeran Biopik The Beatles yang Rilis 2028

Gim Sepak Bola UFL Soccer Game 2026 Resmi Rilis di Android

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

PVMBG Bongkar Penyebab Longsor Maut Cisarua, Bukan Hanya Hujan Deras

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.