CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASJABAR

Setelah Ditinggal Suami dan Idap Tumor Kini Kaki Ayu Harus Diamputasi

Tiwi Kasavela
25 Juli 2021
Setelah Ditinggal Suami dan Idap Tumor Kini Kaki Ayu Harus Diamputasi

Ayu saat di temui di rumahnya, Sabtu (24/7/2021). (Fal/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM–Tragis, itulah satu kata yang menggambarkan kondisi Ayu Pujianti (27) saat ini.

Ayu, warga Kp Nyalindung RT 5 RW 1, Desa Solokan Jeruk, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung. Harus kehilangan pekerjaan di pabrik akibat mata kanannya tak bisa melihat.

‘’Setelah di cek ke RS Mata Cicendo, di scan bagian kepala, ternyata ada tumor di dalam kepala saya,’’ungkap Ayu saat di temui di rumahnya, Sabtu (24/7/2021).

Melihat kondisi Ayu seperti itu, Suaminya, Agus, malah pergi dari rumah. Padahal, mereka sudah memiliki dua orang anak, yaitu Raka Ipang (7 tahun) dan Mesya (2 tahun).

Untuk bisa menghidupi mereka, Ayu yang selama ini tinggal di rumah Enok (50), ibu kandungnya. berusaha mendapatkan penghasilan dari berjualan gorengan.

‘’Saya bantu Emak, berjualan gorengan keliling kampung pake baskom,’’ jelas dia.

Hasilnya pun tak seberapa. Setiap hari, Ayu hanya bisa mendapatkan uang sebesar Rp 50-70 ribu.

Pendapatan itu lumayan cukup jika ditambah dengan pendapatan Enok berjualan gorengan dan seblak di depan rumahnya.

Nahas, suatu waktu saat berkeliling berjualan gorengan, kaki kiri Ayu tertusuk paku di jalan. Paku itu menembus kaki diantara kelingking dan jari manis.

Baca juga:   bank bjb menyerahkan kunci secara simbolis kepada 100 debitur FLPP

Esoknya, Ayu pergi ke Puskesmas Solokan Jeruk. Usai diperiksa, Ayu hanya memperoleh obat luka luar saja.

Setiap hari Ayu meneteskan obat itu ke kakinya yang luka.
Beberapa hari kemudian, perih di lukanya tidak terasa. Tapi, sebulan kemudian, Ayu kembali merasakan sakit di bekas luka kakinya.

Ia pun tak menghiraukannya. Tapi lama kelamaan, semua jari Ayu berwarna hitam. Di bekas lukanya keluar nanah. Nanah itu pun menyebar ke beberapa bagian kakinya. Bahkan, tumit kakinya pun berangsur-angsur bolong.

‘’Sampe keluar belatung,’’ungkap dia.

Untuk diketahui, kejadian kaki Ayu tertusuk paku terjadi pada Desember 2020.

Selama berbulan-bulan, hingga kini, Ayu hanya bisa rebahan di kasur di ruang tengah. Untuk ke kamar mandi pun, Ayu harus merangkak.

Saat Bulan Ramadhan, Ayu pun memeriksakan kondisi kakinya yang semakin parah ke RSUD Majalaya.

Di sana, Ayu malah di vonis positif Covid 19. Ia pun dirawat di ruang isolasi. Tapi anehnya, luka di kaki Ayu tak ditangani sama sekali.

‘’Kata perawat di sana, mereka fokus menangani virus Covid 19 nya,’’jelas dia.

Usai di isolasi selama 14 hari, Ayu pun dinyatakan negatif Covid 19. Ia pun pulang. Tapi sakit di kakinya semakin tak tertahankan.
Ia pun memeriksakan diri lagi ke dokter.

Baca juga:   Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Jawa Barat

‘’Katanya kaki saya sudah tetanus, exim. Jadi tidak bisa disembuhkan. Harus diamputasi,’’lirih Ayu.

Kini, Ayu bersiap untuk diamputasi. Ia mengaku tak masalah jika memang harus kehilangan sebagian kaki kirinya.

Ia hanya berharap, bisa segera sembuh dan punya kaki palsu dan kursi roda. Ia ingin segera berjualan lagi.

‘’Saya pengen bantu emak berjualan lagi. Kalau ada modal mah, ditambah sama jualan masakan,’’ungkap Ayu.

Enok pun berharap yang sama. Soalnya, Ayu merupakan anak ketiganya yang biasa bantu berjualan.

Anak pertamanya, laki-laki, sudah menikah. Anaknya pun lima. Sudah ngontrak bersama istrinya.

Sedangkan anaknya yang kedua mengalami gangguan mental.

‘’Kalau kata dokter mah autis,’’jelas dia.

Anaknya yang keempat sudah bekerja di pabrik.

Tapi gajinya sangat kecil. Jadi, Enok mengaku sangat terbantu saat Ayu membantunya berjualan gorengan.

‘’Karena Ayu sekarang sakit, saya yang berkeliling jualan gorengan pagi-pagi. Siangnya jualan gorengan sama seblak di rumah,’’ungkap Enok.

Rumah Enok berukuran sangat kecil. Hanya 40 meter. Satu kamar digunakan tidur oleh anak-anaknya Ayu. Satu kamar lagi digunakan oleh anak bungsunya.

Baca juga:   Inggris Terus Kembangkan Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

‘’Emak mah tidur di ruang tengah sama Ayu. Sambil nungguin,’’ungkap dia.

Di atas ruang tengah ada tangga. Tapi di atas tidak ada kamar. Hanya atap. Pinggirnya hanya ditutup sarung dan kain.

Jadi kalau hujan lebat, air dari atas bocor ke bawah dengan deras. Kalau itu terjadi, Ayu yang sedang sakit pun terpaksa harus mojok dan melipat kakinya.

Sedangkan Enok sibuk mengurusi supaya air hujan tidak membasahi kasur di ruang tengah.

Memperoleh informasi ini, For Humanity, sebuah lembaga kemanusiaan, langsung bergerak cepat.

‘’Kami langsung menyerahkan bantuan untuk tambahan biaya operasi amputasi Ibu Ayu, dan sembako untuk kehidupan sehari-hari keluarganya,’’ungkap Direktur For Humanity, Mohammad Ihsan Purwana saat ditemui di rumah Ayu.

Menurut Ihsan, pihaknya akan mengajak para donatur untuk membantu Ayu supaya bisa kembali pulih dan menjalankan hidup seperti semula.

For Humanity berencana untuk menggalang dana untuk pembelian kaki palsu, pengobatan tumor dan bantuan modal Ayu untuk berjualan.

‘’Meski di tengah kondisi Pandemi Covid 19 seperti ini, jika kita bergotong royong, InshaAllah bisa meringankan beban Ayu dan keluarganya,’’pungkas Ihsan. (fal)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Ayu Pujianti


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.