BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyatakan, belum akan menerapkan sertifikat wajib vaksin untuk memasuki tempat umum.
“Untuk memberlakukan satu aturan kita harus melakukan kajian dulu,” ujar Oded kepada wartawan Senin (9/8/2021).
Meskipun di beberapa wilayah sudah menerapkan aturan tersebut, namun Oded mengaku tidak ingin latah. Karena kondisi di setiap daerah berbeda.
Untuk tempat umum yang sudah memberlakukan hal itu, Oded mengatakan itu hak mereka. “Hanya saja, yang jelas kami belum memberlakukannya secara resmi,” terang Oded.
Disinggung mengenai ketersediaan vaksin di Kota Bandung, Oded mengaju setuju dengan apa yang dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
“Seharusnya pendistribusian vaksin tidak berdasarkan kabupaten kota melainkan berdasarkan jumlah penduduk,” tuturnya.
Di sisi lain, lanjut Oded, dalam waktu dekat BPK perwakilan Bandung akan melakukan audit mengenai distribusi dan pelaksanaan vaksin di Kota Bandung
“Karenanya kami meminta dinas-dinas terkait untuk bersikap cooperatif dan akomodatif terhadap program BPK ini,” kata Oded.
Sementara itu, menurut salah seorang pengusaha kuliner di Kota Bandung, Rindu, pihaknya menyambut baik jika harus menunjukan sertifikat vaksin sebagai syarat beraktivitas di Kota Bandung.
“Kalau hal itu baik untuk kesehatan dan baik untuk kita ke depannya, kenapa tidak,” ujar Rindu.
Menurut pengelola Warung Koflok ini, dengan diberlakukannya aturan tersebut, bisa menahan laju pertumbuhan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung.
“Kita kan ingin semua kembali normal. Terlebih untuk sektor ekonomi. Karena kalau sektor ekonomi jalan, maka masyarakat akan punya uang, bahkan jika mereka sakit maka bisa punya uang untuk ke dokter,” paparnya.
Menyinggung aturan yang mengharuskan Dine in hanya 20 menit, Rindu mengatakan hal itu sangat menyulitkan.
“Karena costumer yang datang ke warung Koflok ini kebanyakan komunitas. Mereka datang ke sini selain untuk makan ya untuk bersosialisasi. Jadi sangat tidak mungkin jika harus dibatasi 20 menit,” katanya.
Namun, Rindu mengatakan, selalu mengingatkan kepada customer untuk menerapkan protokol kesehatan. “Jadi kami juga mengingatkan jika ada yang makan lebih 20 menit,” tuturnya. (Put)












