CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Puncak Darurat COVID-19 di Jabar Sudah Terlewati

Yatti Chahyati
14 Agustus 2021
Puncak Darurat COVID-19 di Jabar Sudah Terlewati

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi COVID-19 Jawa Barat Dedi Supandi, Jumat (13/8/2021). (foto : ors/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Puncak darurat kasus COVID-19 di Jawa Barat diklaim sudah terlewati. Hal itu berkaca dari bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang turun cukup drastis.

Terhitung Jumat (13/8/2021), BOR rumah sakit di Jawa Barat untuk pasien COVID-19 mengalami penurunan hingga 34 persen. Ini merupakan angka terendah dibanding sebelumnya pada saat masa Idul Fitri yang hanya mencapai penurunan 28 persen.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menyebut penurunan BOR saat ini sebagai rekor tersendiri. Sebab, sebelumnya BOR yang ada sangat tinggi. Di saat yang sama, penurunan BOR ini menandakan kasus kedaruratan COVID-19 di Jawa Barat sudah usai.

“Jadi sudah lewat puncak gunung kedaruratannya saat BOR kita 91 persen, sekarang sudah turun tinggal sepertiganya di 34 persen,” ujar Emil, sapaan akrabnya, di GOR Saparua, Kota Bandung.

Meski kondisi darurat sudah melandai, perlu berbagai langkah untuk mencegah kenaikan kasus baru. Salah satunya adalah memaksimalkan vaksinasi. Sehingga, kekebalan kelompok diharapkan segera tercapai.

Baca juga:   Ridwan Kamil Bakal Desain Medali Pocari Sweat Run 2023

Dengan cara itu, meski nantinya ada yang terpapar COVID-19, namun kondisinya diharapkan tidak bergejala. Sehingga, secara perlahan COVID-19 bukan lagi virus yang mengerikan.

“Karena COVID-19 tidak akan hilang dalam hidup kita, itu dugaan saya. Tapi kita tidak lagi dalam kecemasan dengan skala pandemi, tidak ada lagi kedaruratan yang membuat kita susah ekonomi. Yang ada adalah semua usaha boleh buka, sekolah boleh buka, tapi tetap tetap pake masker, 5M dijaga,” jelas Emil

Upaya vaksinasi sendiri terus dilakukan secara masif. Bahkan, belakangan ini progresnya diklaim signifikan. Tiga bulan lalu misalnya, cakupan vaksinasi hanya 50 ribu dosis per hari. Namun, saat ini jumlahnya naik tiga kali lipat hingga 150 ribu dosis per hari.

Meski begitu, jumlah penduduk Jawa Barat yang sangat banyak mengharuskan cakupan vaksinasi terus diperluas. Ditargetkan, Jawa Barat harus mampu mencapai 400 ribu dosis per hari,agar target kekebalan kelompok pada Desember 2021 dapat tercapai.

“(Cakupan) 400 ribu (dosis) per hari sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat, itu syarat kami bisa selesai di bulan Desember. Oleh karena itu, Kami memohon suplai vaksin Jawa Barat harus proporsional dengan jumlah penduduknya. Karena selama ini jumlah vaksin yang diberikan memang Jawa Barat paling banyak, tapi kurang proporsional, harusnya berlipat-lipat,” tuturnya.

Baca juga:   Timnas Indonesia K.O. 6-0! Patrick Kluivert Tak Bisa Berbuat Apa-Apa

Sementara itu, untuk mengejar target 400 ribu dosis per hari, menurutnya Jawa Barat membutuhkan pasokan vaksin hingga 15 juta dosis per bulan dengan dua strategi vaksinasi. Pertama, mengoptimalkan infrastruktur pemerintah, termasuk klinik dan rumah sakit. Yang kedua melakukannya bersama pihak-pihak penyelenggara sentra vaksinasi.

“Strategi kedua inilah yang diperlihatkan melalui kolaborasi banyak pihak. Di Gelora Saparua ini melalui salah satunya JQR, BB1% MC, Stikes. Kemudian kami tentunya dititipkan oleh Komite Vaksinasi Jabar, Kadisdik yang saya tugaskan, dan semua sponsor-sponsor yang ternyata banyak sekali. Kenapa? Karena kedaruratan kita sudah sudah turun gunung,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi COVID-19 Jawa Barat Dedi Supandi menegaskan pihaknya bakal terus menggencarkan vaksinasi mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.

Baca juga:   Brimob Polri Gunakan Motor Trail Jangkau Lokasi Pengungsian Terisolir

“Ada substitusi perencanaan, pos vaksin, dan mobilisasi. Ini ada di setiap daerah. Lalu, pokja vaksin yang terus mobile di daerah,” ujar Dedi Supandi.

Khusus memasuki bulan peringatan HUT ke-76 RI di bulan Agustus ini, pihaknya juga akan memanfaatkan momentum sebagai bagian dari upaya mempercepat vaksinasi, termasuk vaksinasi yang digelar serentak di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Jadi, nanti di 28 agustus akan ada vaksin serempak di 27 daerah dengan tagline Merdeka COVID-19. Kami dan gubernur akan menyaksikan secara virtual. Kegiatan ini sekaligus untuk mencapai simulasi 400 ribu dosis per hari,” jelasnya.

Dedi mengatakan, pihaknya juga bakal mengerahkan pelajar di Jawa Barat dalam upaya percepatan vaksinasi. Nantinya, setiap pelajar akan membawa tiga anggota keluarganya untuk divaksin. Konsep ini disebut vaksinasi gendong.

“Jadi, bagaimana siswa bisa membawa tiga orang, misalnya orang tua atau kakek dan neneknya, agar upaya percepatan vaksinasi ini dapat terwujud,” pungkasnya. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: darurat covid-19jawa baratridwan kamil


Related Posts

kemarau bmkg
HEADLINE

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabar Masuki Kemarau Lebih Cepat

14 April 2026
Pemerintah Kota Bandung resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi ASN untuk efisiensi energi dan pola kerja fleksibel. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Dorong Efisiensi Energi, Pemkot Bandung Berlakukan Kebijakan WFH Setiap Jumat bagi ASN

10 April 2026
STKIP Pasundan Cup VIII
HEADLINE

Bukan Sekadar Turnamen, STKIP Pasundan Cup VIII Lahirnya Karateka Masa Depan

10 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

game online
PASBANDUNG

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

16 April 2026

BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Kasus penculikan anak di bawah umur kembali terjadi dan menjadi peringatan keras bagi...

NASA Voyager

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

16 April 2026
banjir bandung

Banjir Bandung, KDM Soroti Tata Ruang dan Normalisasi Sungai

16 April 2026
outfit UTBK 2026

Outfit UTBK 2026 Jangan Asal! Ini Tips Resmi Panitia SNPMB Biar Fokus

16 April 2026
arsenal lolos semifinal champions

Arsenal Lolos Semifinal Champions Usai Tahan Sporting CP

16 April 2026

Highlights

Outfit UTBK 2026 Jangan Asal! Ini Tips Resmi Panitia SNPMB Biar Fokus

Arsenal Lolos Semifinal Champions Usai Tahan Sporting CP

Beberapa Laga Padat Menanti Skuad Persib Bandung

Prakiraan Cuaca Bandung Raya 16 Maret 2026: Waspada Hujan Siang hingga Sore

Jadwal Semifinal Liga Champions 2026 Resmi: Big Match PSG vs Bayern dan Arsenal vs Atletico Siap Panaskan Eropa

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.