BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Lembaga Wakaf Salman kembali membuat berbagai program untuk kemanusiaan, di bulan suci Ramadhan 1443 Hijrah di antaranya pemanfaatan teknologi terbarukan.
Hal itu disampaikan langsung Direktur Wakaf Salman Hari Utomo di Gedung Wakaf Salman Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung. Salah satunya adalah program Cakeb (Cari Keberkahan) Wakaf Salman.
“Kita tentu akan menyalurkan banyak Al-Quran tak hanya di Jawa Barat saja melainkan merambah ke berbagai tempat di Indonesia,” tutur Hari.
Selain itu ia juga kini telah memulai pemanfaatan teknologi terbarukan yaitu masjid yang tengah dibangun saat ini. Menurut Hari, nantinya Masjid Salman akan menggunakan tenaga matahari, misalnya untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Tujuannya tentunya untuk mengurangi efek pemanasan global.
“Selama ini kita sering menggunakan energi fosil, nah ke depan kita akan menggunakan energi melalui panas matahari. Ini juga bisa sebagai pelopor bahwa masjid bukan hanya tempat yang berkaitan dengan agama namun bisa dijadikan pusat peradaban,” kata dia.
Hari menyebut teknologi lainnya yang diterapkan adalah ‘rain fall harvesting’ atau pemanfaatan air hujan.
“Jadi air hujan ini tidak hanya lewat begitu saja masuk ke tanah, akan tetapi kita manfaatkan sebagai sumber untuk mengairi tanaman, atau dimanfaatkan sebagai penghasil energi,” ujarnya.
Hari juga menambahkan jika program Cakeb kali ini menyasar hingga lapisan masyarakat di pedalaman. Salah satunya masyarakat adat suku Baduy. Diharapkan dengan teknologi ini dapat membantu pelestarian alam yang ada.
“Kami mencoba masuk ke sana untuk berbagi keberkahan Ramadhan sambil sedikit-sedikit mengembangkan teknologi namun menjaga kultur budaya di sana, Mudah-mudahan program-program tersebut bisa segera selesai akhir tahun ini,” pungkasnya. (rif)












