BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Bhayangkara FC akan jadi batu sandungan bagi Persib Bandung. Mereka akan dihadapi Persib dalam laga perdana Liga 1 2022/2023 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Minggu (24/7/2022).
Bhayangkara FC sendiri termasuk tim yang cukup sulit dikalahkan Persib Bandung. Bahkan, Bhayangkara FC adalah tim yang membuat Persib gagal ke semifinal Piala Presiden 2022.
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts pun mengaku menghormati Bhayangkara FC. Ia juga menghormati sosok Widodo C Putro yang kini jadi nakhoda ‘The Guardian’.
“Kami sudah bertemu dengan Bhayangkara beberapa pekan ke belakang dan tentunya untuk pelatihnya, dia adalah sosok pelatih yang dihormati,” ucap Robert, Sabtu (23/7/2022) kemarin.
Bhayangkara FC sendiri menurutnya kini punya kekuatan berbeda. Mereka berkembang lebih baik dibanding pada saat Piala Presiden 2022 lalu. Itu menambah kuat mereka yang berstatus sebagai tim papan atas Liga 1.
“Dia juga mendapat tambahan pemain setelah pertemuan terakhir kami. Kami tahu kekuatannya, kami tahu kualitas mereka karena (Bhayangkara FC) adalah tim yang selalu berada di papan atas liga,” tutur Robert.
Meski begitu, Persib tak akan gentar. Meski Bhayangkara FC dianggap tim kuat dan punya kekuatan mengerikan, bukan tak mungkin mereka bisa dikalahkan.
Persib Miliki Strategi Kalahkan Bhayangkara FC
Persib pun sudah mempelajari cara menghancurkan Bhayangkara FC. Harapannya, apa yang sudah dipelajari dapat dimaksimalkan sebagai modal untuk meraup tiga poin.
“Kami juga tahu mereka tentunya memiliki kelemahan. Setiap tim punya keunggulan dan kelemahan dan kami harus memastikan punya kekuatan untuk memanfaatkan kelemahan mereka,” ungkapnya.
Robert pun sudah memberi tahu anak asuhnya soal apa yang harus dilakukan saat menghadapi Bhayangkara FC. Salah satunya adalah menantisipasi set piece alias bola mati.
Sebab, Bhayangkara FC punya eksekutor jitu dalam urusan bola mati. Salah satunya adalah bek Anderson Sales.
“Pemain yang masuk ke lapangan sudah tahu mengenai itu. Kami menunggu bagaimana susunan line up terakhir Bhayangkara dan tentu saja kami mengantisipasi keunggulan set piece yang sangat berbahaya dari Bhayangkara,” tandas Robert. (ars)