CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 30 November 2025
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Guru Besar ITB: Penting untuk Penataan Ruang di Kawasan Pinggiran Kota

Nurrani Rusmana
1 September 2022
Guru Besar ITB di bidang Perencanaan Metropolitan Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc.

Guru Besar ITB di bidang Perencanaan Metropolitan Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc. (Foto: itb.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Guru Besar ITB di bidang Perencanaan Metropolitan Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc. menyampaikan orasi yang berjudul “Urbanisasi Wilayah di Era Global Memusat ke Pinggir, Menata Daerah Tak Bertuan.”

Prof. Delik Hudalah juga tergabung dalam kelompok keahlian perencanaan wilayah dan perdesaan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.

Guru besar ITB ini menyampaikan fakta bahwa lebih dari separuh penduduk dunia tinggal di perkotaan. Sebagian besar dari jumlah ini tinggal di kawasan pinggirannya yang terus berkembang melampaui batas-batas administrasi kota asal dan adaptasi kelembagaan yang ada.

Dinamisasi kawasan perkotaan yang dipengaruhi oleh urbanisasi menjadikan kota terus berevolusi untuk memenuhi fungsi dan kebutuhan masyarakatnya.

Baca juga:   Cara Daftar Program SNMPTN-Peminatan Tahun 2022 di ITB

Menurut skala ruangnya, kawasan perkotaan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu kota, kawasan metropolitan, kawasan megapolitan, dan koridor perkotaan megaregion. Pada masing-masing kawasan perkotaan ini, kawasan pinggirannya dianggap sebagai bagian yang kritis dalam penataan ruang karena perkembangannya sulit diprediksi.

“Secara struktural, kawasan pinggiran dapat membentuk pusat kota baru. Secara pola, kawasan pinggiran dapat berwujud zona transisi antara desa dan kota,” ujarnya.

Pusat Kota Terbentuk di Pinggiran Dapat Terjadi Hal Ini

Jika ditinjau dari struktur, terbentuknya pusat kota baru di pinggiran dapat terjadi karena proses dekonsentrasi yang dicirikan dengan penurunan/stagnansi jumlah penduduk dan pekerjaan di kota inti sehingga tidak seimbang dengan peningkatan aspek yang sama di kawasan pinggiran.

Dekonsentrasi penduduk maupun pekerjaan ini kemudian akan menentukan apakah suatu kawasan perkotaan hanya akan ada satu pusat (monosentrik) atau banyak pusat (polisentrik).

Baca juga:   Sidang Terbuka Promosi Doktor Pascasarjana Unpas

“Pada kasus Jabodetabek dan Surabaya Metropolitan, fakta menunjukkan penyebaran industri pengolahan adalah salah satu fitur penting dekomposisi pekerjaan. Hal ini diindikasikan dengan persebaran kawasan dan kota industri menuju pinggiran,” ujarnya.

“Disinyalir tanpa perencanaan yang terintegrasi pada skala wilayah, dekonsentrasi ini dapat terjadi secara acak (sprawl) sehingga boros lahan, energi, dan berbiaya ekonomi tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, kawasan pinggiran sebagai pola ruang dimaknai sebagai kawasan fungsional yang mengalami proses transformasi perkotaan. Kawasan ini seringkali terlalu berkembang hingga mencakup wilayah yang sangat luas tanpa memandang batas-batas administrasi yang ada. Akibat hal inilah kawasan pinggiran sering disebut kawasan abu-abu yang mencakup kawasan suburban, peri-urban, dan desakota.

Baca juga:   Sebanyak 26.656 Peserta Akan Ikuti UTBK di ITB

“Kawasan pinggiran menjadi kawasan tak bertuan atau abu-abu dan sulit ditentukan batas fisik maupun nonfisiknya. Biasanya kawasan pinggiran membentuk gradasi/spektrum dengan variasi kemapanan yang beragam antara ciri perkotaan dan perdesaan,” jelasnya.

Model dan praktik perencanaan maupun pengelolaan kawasan pinggiran yang terintegrasi merupakan kunci utama untuk menyukseskan penataan kawasan abu-abu ini.

Konsep tersebut dibagi menjadi empat ranah yaitu perencanaan kawasan pinggiran, pengelolaan kawasan pinggiran, perencanaan kawasan perkotaan, dan pengelolaan kawasan perkotaan.

Kajian dan intervensi difokuskan pada peningkatan kapasitas kelembagaan, kerja sama antar daerah, perencanaan kawasan terpadu dan multisektoral, serta penskalaan ulang negara. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Guru besar ITBITBpenataan ruang di kawasan pinggiran kota


Related Posts

Gunung Semeru
HEADLINE

Pakar ITB: Cuaca Picu Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru

25 November 2025
Titian Karier Terpadu
HEADLINE

ITB Gelar Titian Karier Terpadu 2025, Hadirkan 45 Perusahaan Nasional

31 Oktober 2025
Lomba Kereta Peti Sabun 2025
HEADLINE

75 Peserta Adu Kreativitas di Lomba Kereta Peti Sabun 2025 ITB

20 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Foto: Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Uncategorized

Leeds United Tak Terima Man City Manfaatkan Celah Aturan

30 November 2025

www.pasjabar.com -- Leeds United harus pulang dengan tangan kosong usai kalah tipis dari Manchester City. Namun, bukan...

Estevao merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions antara Chelsea vs Barcelona di Stamford Bridge di London pada 25 November 2025. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)(AFP/ADRIAN DENNIS)

Prediksi Chelsea vs Arsenal: Line Up, Head to Head, dan Skor Liga Inggris 2025/2026

30 November 2025
Selebrasi pemain Persib usai mencetak gol ke gawang Madura United. (Foto: Official Persib)

Ganas! Persib Hajar Madura United 4-1

30 November 2025
Persib Bandung unggul 2-0 atas Madura United di pekan ke-14 Super League 2025-2026 lewat gol Luciano Guaycochea dan Federico Barba. Kemenangan ini berpotensi membawa Maung Bandung naik ke posisi tiga besar klasemen. (instagram@persib)

Persib Bandung Unggul 2-0 di Paruh Waktu atas Madura United: Guaycochea Bersinar, Barba Ikut Pesta Gol

30 November 2025
Wiliam Marcilio dicoret dari skuad Persib Bandung jelang lawan Madura United. (Foto: Instagram/@wiliamm96)

Blak-blakan Bojan Hodak Kecewa dengan Wiliam Marcilio

30 November 2025

Highlights

Persib Bandung Unggul 2-0 di Paruh Waktu atas Madura United: Guaycochea Bersinar, Barba Ikut Pesta Gol

Blak-blakan Bojan Hodak Kecewa dengan Wiliam Marcilio

Massimiliano Allegri Dikartu Merah: Ini Penyebabnya Usai AC Milan Kalahkan Lazio 1-0

Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Juara BWF Syed Modi 2025 Usai Taklukkan Wakil Thailand

Safari DPW PATELKI Jabar 8: Menguatkan Silaturahmi, Menyatukan Arah Organisasi

L’Eminence Golf & Resort Lembang Hadirkan Program Natal dan Tahun Baru Bertema ‘Royal Lembur’

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.