CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Amankah Kemasan Plastik Berlabel BPA? Ini Penjelasannya

Nurrani Rusmana
14 Oktober 2023
Amankah Kemasan Plastik Berlabel BPA? Ini Penjelasannya

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wadah atau kemasan plastik berlabel BPA free atau bebas BPA biasanya dipilih orang karena dinilai lebih aman. Diketahui, paparan BPA bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Dilansir dari ALODOKTER pada Sabtu (14/10/2023), BPA adalah singkatan dari bisphenol A, yaitu bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan wadah atau kemasan, baik kaleng maupun plastik, termasuk botol susu bayi, tempat makan, dan botol minum.

Tujuan ditambahkannya BPA dalam pembuatan wadah atau kemasan, terutama yang berbahan plastik, adalah untuk membuat kemasan plastik lebih kuat dan kokoh. Wadah atau kemasan plastik yang berlabel BPA biasanya memiliki nomor kode segitiga daur ulang 3 atau 7.

Label BPA free menandakan bahwa produk plastik yang dijual sama sekali tidak mengandung bahan BPA. Produk yang bebas BPA dianggap paling aman karena tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa BPA memiliki efek yang mirip dengan estrogen dan bisa berikatan dengan reseptor hormon lain, termasuk tiroid, yang akan menggangu fungsi dan kerja hormon. Selain itu, hal ini juga akan bisa menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi tubuh, serta menimbulkan kerusakan pada sel dan jaringan.

Baca juga:   Isak Tak Dibawa ke Pramusim, Shearer: Newcastle Bohong!

Risiko Paparan BPA yang Melebihi Dosis

Paparan BPA yang melebihi dosis aman dan terus-menerus bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan dan penyakit, seperti:

  • Gangguan kesuburan hingga kemandulan
  • Peningkatan berat badan hingga obesitas
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diabetes melitus tipe 2
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak

Tidak hanya itu, paparan BPA juga dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya endometriosis, sindrom polikistik ovarium (PCOS), hingga beberapa jenis kanker, seperti kanker kolon, kanker prostat, kanker payudara, dan kanker ovarium.

Banyaknya gangguan kesehatan inilah yang membuat botol minum atau tempat makan yang berlabel BPA free lebih dianjurkan.

Meski begitu, perlu Anda ketahui, ada beberapa bahan kimia yang kadang digunakan pengganti BPA, seperti bisphenol-S (BPS) atau bisphenol-F (BPF). Sayangnya, belum ada banyak penelitian mengenai efek kedua bahan tersebut bagi kesehatan, sehingga keamanannya pun belum bisa dipastikan.

Baca juga:   Tersingkir dari Piala AFF, Shin Tae-yong Tidak Bisa Bersantai

Cara Meminimalkan Paparan BPA

Penggunaan plastik memang sulit untuk dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Berdasarkan penelitian, paparan BPA dalam jumlah yang kecil masih aman bagi kesehatan. Batas aman paparan BPA adalah 0,1–0,5 µg/kg/hari.

Untuk meminimalkan paparan BPA, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Pilihlah produk berlabel BPA free untuk wadah atau kemasan makanan dan minuman.
  • Jangan memanaskan wadah plastik, termasuk dengan microwave, karena suhu panas bisa mengurai BPA. Apabila terurai dan lepas dari wadah plastik, BPA dapat mencemari makanan atau minuman di dalam wadah tersebut.
  • Jangan menuangkan air mendidih ke dalam botol susu plastik, terutama saat membuat susu formula untuk bayi atau anak. Sebaiknya, gunakan air hangat atau tuangkan dulu air dingin sebelum menuangkan air panas ke dalam botol susu.
  • Jika memungkinkan, ganti wadah plastik dengan wadah berbahan kaca atau stainless steel.
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman dalam kemasan plastik maupun kaleng.
  • Selalu cermat dan periksa kode daur ulang yang berbentuk segitiga di bagian bawah wadah plastik. Hindari membeli produk dengan kode angka 3 atau 7 karena biasanya mengandung BPA.
  • Jangan menggunakan wadah plastik yang sudah rusak, meskipun hanya terkelupas atau retak halus.
Baca juga:   Jadi Runner Up, Ganda putra Indonesia Kalah di Final Swiss Open 2024

Itulah beberapa hal yang penting untuk diketahui seputar label BPA free pada wadah atau kemasan. Untuk menghindari bahaya BPA terhadap kesehatan, terapkan cara-cara meminimalkan paparan BPA seperti yang telah disebutkan di atas.

Walaupun BPA bisa menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh, Anda tidak perlu terlalu takut atau panik bila sesekali minum atau makan dari wadah plastik maupun kaleng. Ingat, paparan BPA dalam jumlah kecil dan hanya sesekali tidak membuat Anda mengalami gangguan kesehatan atau penyakit kronis. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: BPABPA Freekemasan plastik


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

NASA misi luar angkasa
HEADLINE

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026

# NASA misi luar angkasa FLORIDA, WWW.PASJABAR.COM -- NASA kembali menegaskan langkah seriusnya dalam pengembangan industri luar...

Indonesia vs Irak futsal

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

31 Januari 2026
Fast Forever

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

31 Januari 2026
Persib vs Persis Solo

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

31 Januari 2026
Raffi Ahmad longsor Bandung Barat

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

31 Januari 2026

Highlights

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

Sony Pictures Perkenalkan Pemeran Biopik The Beatles yang Rilis 2028

Gim Sepak Bola UFL Soccer Game 2026 Resmi Rilis di Android

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

PVMBG Bongkar Penyebab Longsor Maut Cisarua, Bukan Hanya Hujan Deras

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.