BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM โ Perkembangan pengguna Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Meski sejauh ini pengguna kendaraan listrik di masyarakat masih banyak kendala.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengatakan pemerintah menargetkan penggunaan kendaraan listrik pada tahun 2030 mendatang sebanyak 2 juta unit mobil dan 12 juta unit sepeda motor listrik.
โUntuk mendorong peralihan kemdaraan tersebut, pemerintah menyiapkan program insentif dalam dua tahun ini kepada masyarakat yang ingin membeli motor dan mobil listrik. Meskipun belum signifikan perubahannya, saya berharap tahun depan terus meningkat, katanya, Selasa (7/11/2023).
Selain itu, pemerintah menyiapakan intensif bagi satu juta motor diantaranya 800.000 motor baru dan 200.000 motor konversi senilai 7 juta per unit. Sementara untuk mobil intensifnya dalam bentuk pengurangan pajak 10 persen.
“Saat ini sudah ada kenaikan sekitar satu persen, memang belum maksimal, tapi ini berkembang dari tahun ke tahun, pasti ada peningkatan signifikan dengan peningkatan produsen dan program intensif, harapan kita akhir tahun ada peningkatan,” ujarnya.
Produsen Kendaraan Listrik Bisa Ikut Program Insentif
Sementara itu, Rachmat mengatakan untuk produsen kendaraan listrik yang bisa mengikuti program intensif. Yakni perusahaan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah mencapai 40 persen.
“Kami berikan bantuan pemerintah dan insentif fiskal, yang memenuhi TKDN 40 persen, untuk produsen yang sudah memenuhi TKDN silahkan mengajukan. Saat ini sudah ada beberapa puluh pabrik, tapi yang memenuhi TKDN sekitar 15 persen, itu lokal semua,” ujarnya.
Bagian dalam peta jalan ekosistem kendaraan listrik. Yakni pabrik baterai yang disebut Rachmat menjadi perhatian pemerintah mengingat harga baterai untuk kendaraan ini masih dinilai mahal.
“Saat ini, sudah ada beberapa rencana untuk pabrik baterai di Indonesia, memang Indonesia sudah punya sumber mineral yang baik untuk baterai ini, pabrik baterai ini sudah ada (rencana) di Sulawesi, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ke depan pabrik baterai akan berkaitan dengan pabrik otomotif itu sendiri, pabrik baterai ada dan otomotifnya akan berkaitan,” ucapnya. (rif)












