CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 6 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASDUNIA

Cairan Pink Retardan di Kebakaran Los Angeles

pri
16 Januari 2025
Cairan Pink Retardan di Kebakaran Los Angeles

penggunaan retardan di kebakran Los Angeles. (desmoinesregister.com)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Saat petugas pemadam kebakaran berjuang keras untuk memadamkan kebakaran di Los Angeles, mereka menggunakan cairan pink retardan (penghambat) api berwarna pink yang disebarkan dari udara.

Retardan ini telah mengubah warna rumah, mobil, jalanan, hingga pepohonan menjadi pink di beberapa area.

Apa sebenarnya retardan api pink ini? Retardan ini merupakan campuran air dengan bubuk konsentrat merek Phos-Chek, yang diproduksi oleh Perimeter Solutions.

Produk yang digunakan saat ini adalah Phos-Chek MVP-Fx.

“Phos-Chek MVP-Fx mengandung monoammonium phosphate sebagai bahan utama, sekitar 80-90% dari campurannya,” menurut lembar data produk.

Selain itu, terdapat diammonium phosphate dan beberapa aditif untuk meningkatkan performa. Namun, detail lengkap komposisi produk ini disimpan sebagai “rahasia dagang,” untuk mencegah produk tersebut ditiru.

Cara Kerja Retardan Api Pink

Retardan api membantu memperlambat penyebaran api dengan melapisi bahan yang mudah terbakar, seperti rumput, semak, dan pohon, sehingga api kehilangan bahan yang bisa dibakar.

Baca juga:   Selain Gangguan Jiwa, Ini Bahaya Anak Kecanduan Gawai

Inorganik garam dalam retardan ini mengubah cara bahan bakar terbakar, memperlambat proses pembakaran.

Perimeter Solutions menjelaskan bahwa retardan mereka mengubah dekomposisi selulosa pada dinding sel tanaman menjadi karbon yang tidak mudah terbakar.

“Ini mengurangi intensitas api dan kecepatan penyebarannya,” jelas perusahaan tersebut.

Retardan ini berwarna pink cerah agar mudah terlihat oleh pilot dan petugas dari darat maupun udara. Warnanya akan memudar secara perlahan ketika terkena sinar matahari.

Efisiensi dan Tantangan Lingkungan

Retardan api adalah salah satu dari berbagai strategi pemadaman kebakaran hutan, selain membuat sekat di vegetasi dan menyemprotkan air.

Namun, air cenderung menguap, sedangkan retardan mengandung bahan lain yang tidak menguap, memperlambat penyebaran api selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Menurut laporan The New York Times, sulit untuk mengukur efisiensi retardan api karena penggunaannya selalu dikombinasikan dengan taktik lain.

Baca juga:   Friday the 13th: Mitos Hari Sial atau Sekadar Takhayul?

Misalnya, membuat sekat vegetasi dan menyemprotkan air baik dari darat maupun udara.

Meskipun begitu, retardan membantu memperlambat kebakaran cukup lama sehingga petugas pemadam bisa bekerja lebih efektif.

Namun, ada kekhawatiran terkait dampak lingkungan. Sebuah studi tahun 2024 di jurnal Environmental Science and Technology Letters menemukan bahwa retardan api jangka panjang mengandung logam beracun, seperti timbal, arsenik, dan talium.

Diperkirakan, antara 2009 hingga 2021, retardan ini menambahkan lebih dari 400 ton logam beracun ke lingkungan.

Studi tersebut mencakup produk Phos-Chek LC95W, versi lama dari retardan yang telah dihentikan penggunaannya.

Seorang perwakilan dari Dinas Kehutanan AS menyatakan bahwa produk ini telah digantikan oleh MVP-Fx, yang dianggap kurang toksik bagi kehidupan air.

Meski begitu, lembar data keselamatan MVP-Fx tetap mencantumkan bahwa produk ini “dapat menyebabkan efek buruk jangka panjang pada lingkungan perairan.”

Baca juga:   TB Hasanuddin Pastikan Komitmen Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Retardan dari udara dilarang digunakan di area tertentu, termasuk jalur air dan habitat spesies langka.

Namun, ada pengecualian jika penggunaan retardan diperkirakan dapat mengurangi ancaman kebakaran yang membahayakan keselamatan publik.

Keamanan Retardan Api Pink untuk Manusia

MVP-Fx dinyatakan tidak mengandung bahan yang diketahui menyebabkan kanker atau bahaya reproduksi.

Meski begitu, Perimeter Solutions menyarankan untuk menghindari kontak langsung dan segera membersihkan jika terkena mata, kulit, atau pakaian.

Menghirupnya dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.

Menurut Daniel McCurry, profesor di University of Southern California yang terlibat dalam penelitian tentang logam pada retardan api, perhatian utama di zona kebakaran bukanlah retardan itu sendiri, tetapi polusi udara akibat kebakaran.

“Partikel debu dari area yang terbakar lebih berbahaya. Menggunakan respirator adalah langkah bijak,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: cairan pinkretardan


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

sidang isbat
HEADLINE

Penentuan Idul Adha 2026 Menunggu Hasil Sidang Isbat Kemenag

6 Mei 2026

WWW.PASJABAR.COM - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026,...

Persija vs Persib

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda! Duel Panas Tetap Membara, Ini Kata Panpel dan Pelatih

6 Mei 2026
kampus swasta terbaik

Kampus Swasta Terbaik di Jawa Barat? Ini Rahasia Sukses Mahasiswa Pilih Kampus Pasundan!

6 Mei 2026
unpas

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

6 Mei 2026
Tambah Rombel SMP, Bandung Alokasikan Rp125 Miliar Tahun 2026

Tambah Rombel SMP, Bandung Alokasikan Rp125 Miliar Tahun 2026

6 Mei 2026

Highlights

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

Tambah Rombel SMP, Bandung Alokasikan Rp125 Miliar Tahun 2026

Ratusan Pembeli Perumahan Padalarang Tuntut Pengembang

BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan Ringan

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi, Cabai Rawit Merah Masih Tertinggi

Aksi Pencurian di Kos Kopo Terekam CCTV, Dua Mahasiswa Jadi Korban

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.