BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM—Bagi Moch. Zidan Maulana Yusuf, hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Pemuda kelahiran Garut, 25 Mei 2002 ini meyakini bahwa setiap langkah yang diambil harus memiliki makna, baik bagi dirinya maupun orang-orang di sekitarnya.
Mahasiswa semester V Universitas Nurtanio jurusan Administrasi Negara ini dikenal sebagai sosok yang aktif dan visioner. Selain sibuk kuliah, Zidan juga terlibat dalam berbagai kegiatan, salah satunya sebagai Duta Genre Kota Bandung. Baginya, menjadi bagian dari Duta Genre adalah kesempatan untuk memberikan edukasi yang lebih luas kepada remaja.
“Duta Genre ini beda dari duta lainnya. Di sini kita lebih banyak memberikan edukasi tentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, bukan hanya sekadar mempromosikan suatu daerah atau event,” jelasnya.
Di balik kesibukannya, Zidan punya hobi yang membentuk cara berpikirnya, membaca buku. Ia gemar membaca buku-buku filsafat dan kepemimpinan, salah satunya The 21 Irrefutable Laws of Leadership karya John C. Maxwell.
“Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari membaca dibandingkan aktivitas lain. Meskipun informasi bisa didapat dari YouTube atau media lain, rasanya tetap beda saat membacanya langsung dari buku,” ujarnya.
Kecintaannya pada buku berpengaruh besar terhadap cita-citanya, menjadi politisi. Pilihannya untuk mendalami Administrasi Negara bukan tanpa alasan. Ayahnya yang juga lulusan jurusan yang sama dari Universitas Padjadjaran menjadi salah satu inspirasinya.
“Saya merasa vision saya ada di dunia politik dan pemerintahan. Mata kuliah yang saya pelajari semakin meyakinkan saya untuk menempuh jalan ini,” kata Zidan penuh keyakinan.
Zidan memiliki moto hidup yang selalu ia pegang teguh: “Tak perlu hebat untuk memulai, tapi memulai untuk menjadi hebat.”
Menurutnya, banyak orang yang terlalu menunggu hingga mereka merasa hebat sebelum mencoba sesuatu. Padahal, justru dengan memulai dan terus berproses, seseorang bisa menjadi hebat.
“Kadang kita berada di situasi yang bukan keahlian kita, tapi bukan berarti kita harus menunggu sampai kita merasa cukup baik. Justru kita harus mulai dulu, baru kita bisa berkembang,” ujarnya.
Bagi Zidan, hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang bagaimana menata masa depan. Keyakinannya untuk menjadi sosok yang besar di kemudian hari menjadi bahan bakarnya untuk terus produktif.
“Saya sering merasa yakin bahwa di masa depan saya akan menjadi orang besar. Tapi tentu saja, apa yang saya lakukan hari ini harus linear dengan impian itu. Karena itu, saya selalu berusaha percaya diri dan terus bergerak,” tegasnya.
Zidan juga menyadari bahwa banyak anak muda yang merasa terhambat oleh perasaan takut gagal dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
“Kegagalan itu sudah pasti, jadi tidak perlu ditakuti. Justru kita harus menghabiskan jatah kegagalan kita sejak dini agar lebih cepat belajar,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing.
“Setiap orang punya kertas kerja dan track-nya sendiri. Kalau kita sibuk membandingkan diri dengan progres orang lain, justru itu akan menghambat kita sendiri,” tambahnya.
Menutup perbincangan, Zidan memberikan pesan bagi anak muda agar terus produktif dan bahagia.
“Mulailah dari langkah kecil. Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Tetap bergerak, terus belajar, dan jangan takut mencoba hal baru. Karena sejatinya, hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang yang kita sayangi,” tutupnya. (tiwi)












