WWW.PASJABAR.COM — Ada momen menarik saat MotoGP Thailand 2025 memasuki lap ke-7. Marc Marquez tampak celingukan sebelum akhirnya menyerahkan posisinya kepada sang adik, Alex Marquez.
Bukan tanpa alasan, Marc Marquez celingukan ternyata berkaitan dengan tekanan ban yang terlalu rendah—sesuatu yang bisa berujung pada hukuman berat jika tidak segera diatasi.
CEO Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengakui bahwa masalah ini di luar dugaan.
“Tekanan dan suhu ban sebenarnya sudah direncanakan dengan baik. Namun, suhu sekitar ternyata lebih rendah dari perkiraan kami,” ujarnya, dikutip dari Motosan.es.
Bagaimana Marquez Mengetahui Tekanan Ban Bermasalah?
Dalam dunia MotoGP modern, tim dan pembalap tidak lagi mengandalkan feeling semata untuk mengetahui kondisi motor mereka.
Michelin memasang sensor khusus di ban yang dapat memberikan data tekanan secara real-time.
Ducati sendiri telah mengembangkan sistem yang memungkinkan informasi ini langsung ditampilkan di dasbor motor Marquez.
“Kami punya software yang membantu pembalap dalam mengambil keputusan terkait tekanan ban selama balapan,” lanjut Dall’Igna.
Begitu mendapat peringatan, pembalap harus segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.
Solusi: Meningkatkan Tekanan Ban dengan Strategi Balapan
Lantas, apa solusi yang diambil Marquez? Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan tekanan ban adalah dengan melaju di belakang pembalap lain.
Trik ini membantu meningkatkan suhu ban, yang secara otomatis akan menaikkan tekanannya.
“Balapan pertama selalu menjadi tantangan tersulit, tapi Marc menjalani akhir pekan yang luar biasa. Pecco (Bagnaia) juga tampil baik,” ungkap Dall’Igna.
Ia menambahkan bahwa kejuaraan dunia tidak ditentukan dalam satu balapan saja.
“Yang terpenting adalah menjaga ritme dan konsistensi agar tetap menjadi penantang hingga akhir musim,” pungkasnya.
Dengan strategi cerdik ini, Marc Marquez kembali membuktikan betapa berpengalamannya ia dalam mengatasi tantangan di lintasan. MotoGP 2025 pun semakin menarik untuk disimak!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h











