BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Pasundan (Unpas) mengukuhkan sembilan guru besar pada Sabtu (9/5/2026) di Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas, Kota Bandung.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Unpas dalam memperkuat tradisi akademik sekaligus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Sembilan guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas, yakni dua guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dua dari Fakultas Teknik, satu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta empat dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Kesembilan guru besar tersebut ialah:
- Prof. Dr. Dadang Iskandar, M.Pd. dengan bidang kepakaran Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
- Prof. Dr. H. Ramlan, M.Sn. bidang kepakaran Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. H. Dadang Mulyana, M.Si. bidang kepakaran Manajemen Pendidikan
- Prof. Dr. Mia Nurkanti, M.Kes. bidang kepakaran Pendidikan Biologi, Prof. Dr. Yonik Meilawati Yustiani, S.T., M.T. bidang kepakaran Teknik Lingkungan
- Prof. Dr. Ida Hindarsah, S.Sos., M.M., M.Si. bidang kepakaran Permodelan Bisnis
- Prof. Dr. Ir. H. Lili Mulyatna, M.T. bidang kepakaran Teknologi Pengelolaan Lingkungan
- Prof. Dr. H. Juanim, S.E., M.Si. bidang kepakaran Manajemen Pemasaran
- Prof. Dr. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si. bidang kepakaran Administrasi Pembangunan
Rektor Unpas, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., mengatakan capaian guru besar merupakan penghargaan akademik yang sangat prestisius sekaligus hasil perjalanan panjang yang dilandasi dedikasi, integritas, kerja keras, dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Menurutnya, gelar profesor bukan sekadar pengakuan akademik, melainkan amanah untuk terus melahirkan karya ilmiah yang inovatif, relevan, dan mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
“Peran guru besar tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pemikir yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang inovatif dan relevan, serta memberikan solusi atas permasalahan masyarakat,” ujarnya.

Unpas Jadi Penghasil Guru Besar Terbanyak
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan apresiasi atas pengukuhan sembilan guru besar tersebut. Menurutnya, jumlah itu merupakan pengukuhan guru besar terbanyak yang ia hadiri di lingkungan perguruan tinggi wilayah Jawa Barat dan Banten.
Ia memaparkan, saat ini terdapat 415 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten dengan sekitar 30 ribu dosen. Namun, jumlah profesor aktif hanya 314 orang dari total 399 profesor, sisanya merupakan profesor emeritus.
Di tengah kondisi tersebut, Unpas menjadi perguruan tinggi dengan jumlah profesor terbanyak, yakni 45 profesor, terdiri atas 36 profesor aktif dan sembilan profesor emeritus.
“Alhamdulillah Universitas Pasundan yang terbesar memiliki profesor. Ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi juga tantangan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Dr. Lukman, S.T., M.Hum.
Ia menegaskan, menjadi profesor bukan perkara mudah. Seorang profesor harus memiliki rekam jejak pengajaran, penelitian, pengabdian, publikasi ilmiah internasional yang direviu pakar dunia, hingga kemampuan membimbing mahasiswa doktoral.
Tantangan Regenerasi dan Target Profesor Baru

Di sisi lain, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. mengakui Unpas menghadapi tantangan regenerasi guru besar dalam beberapa tahun ke depan. Sejumlah profesor aktif akan memasuki masa purnatugas, sehingga percepatan lahirnya profesor baru menjadi prioritas.
Menurutnya, Unpas saat ini memiliki potensi besar karena terdapat puluhan dosen dengan jabatan lektor kepala yang berpeluang naik ke jenjang profesor.
“Walaupun Universitas Pasundan masih menjadi penghasil guru besar terbanyak, dua hingga tiga tahun ke depan beberapa profesor akan memasuki masa emeritus. Karena itu, kami terus memacu para dosen untuk meningkatkan jabatan akademiknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Unpas menargetkan empat hingga lima dosen kembali memperoleh surat keputusan profesor.
Ke depan, Unpas tidak hanya ingin mempertahankan jumlah guru besar terbanyak, tetapi juga memastikan para profesor melahirkan karya-karya ilmiah bermutu, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Pengukuhan sembilan guru besar ini sekaligus menjadi penanda komitmen Unpas dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi, mendorong inovasi akademik, dan menyiapkan regenerasi kepemimpinan intelektual di masa mendatang. (han)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h












